Jogja Kickboxing Festival 2026 Dikonsep Sportainment, Tetap Kejar Prestasi PON 2028

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jum'at, 16 Oktober 2026 23:17 WIB
Jogja Kickboxing Festival 2026 Dikonsep Sportainment, Tetap Kejar Prestasi PON 2028

Ketua Umum Pengurus Daerah Kick Boxing Indonesia (KBI) DIY, Redy Apriyanta (dua dari kiri), memaparkan gelaran Jogja Kickboxing Festival 2026, Jumat (16/10/2026). - Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, SLEMAN—Jogja Kickboxing Festival 2026 digarap lebih lengkap lewat balutan sportainment dengan menghadirkan hiburan tanpa menghilangkan tujuan mengejar prestasi kickboxing DIY, utamanya di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Jogja Kickboxing Festival 2026 dan Redy Championship 2 rencananya digelar di Gor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 12-14 Desember 2026 dengan mengusung tema Jogja Punya Nyali.

Ketua Umum Pengurus Daerah Kick Boxing Indonesia (KBI) DIY, Redy Apriyanta, mengatakan festival tahun ini dirancang lebih besar dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Selain pertandingan, panitia menyiapkan pertunjukan musik untuk menjangkau penonton yang lebih luas. “Tak sekadar pertarungan tapi sebuah acara yang lebih meriah dengan kolaborasi beberapa grup musik papan atas,” katanya dalam temu media di Redy Jogja Camp, Sleman, Jumat (16/10/2026).

Penyelenggaraan tahun ini melanjutkan pengalaman dari Redy Jogja Championship sebelumnya yang menghadirkan atlet-atlet nasional dari berbagai daerah. Kali ini, keterlibatan pelajar dan mahasiswa menjadi salah satu fokus untuk memperluas basis pembinaan.

Alasan utamanya agar kickboxing di Jogja lebih dikenal dan lebih banyak menarik minat atlet. Festival ini dirancang sebagai ajang kompetisi sekaligus panggung bagi atlet hasil pembinaan di berbagai wilayah DIY.

Sejumlah atlet pilihan dari kejuaraan kabupaten dan kota serta atlet dari berbagai camp kickboxing di Jogja direncanakan ikut tampil. Kategori pertandingan mencakup kelas kick light dan low kick putra-putri, baik kelompok junior maupun senior.

Panitia juga menyiapkan kategori anak-anak, pelajar dan mahasiswa agar pembinaan dapat menjangkau kelompok usia yang lebih beragam. Jadwal pertandingan berlangsung selama tiga hari.

Pada 12 Desember, agenda dimulai dengan babak penyisihan kategori junior dilanjutkan pertandingan senior. Babak perempat final dan semifinal dijadwalkan pada 13 Desember sedangkan pertandingan final dan perebutan gelar juara digelar pada 14 Desember.

Rangkaian kompetisi akan dilengkapi seremoni pembukaan, sesi interaktif dengan penonton, serta pertunjukan musik. Shaggydog, The Kick, Bravesboy, dan The Cloves and The Tobacco dijadwalkan tampil pada hari pertama sementara Ngatmombilung, Lavora, AfterShine, dan Guyon Waton masuk dalam daftar penampil pada penutupan festival.

Redy memaparkan dengan mengusung tema Jogja Punya Nyali, ajang yang masuk kalender kegiatan Pengurus Daerah Kickboxing Indonesia (KBI) DIY 2026 ini akan melibatkan atlet dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak usia tujuh tahun (SD), pelajar mahasiswa hingga atlet senior.

“Kompetisi ini diharapkan membuka jalan bagi atlet potensial DIY untuk bersaing di tingkat nasional, termasuk PON. Agar lebih baik dibanding PON 2024 yang merebut satu medali perunggu,” paparnya.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Wesley Heince Parera Tauntu, menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut karena kejuaraan daerah menjadi bagian penting dalam pembinaan sekaligus penjaringan atlet berprestasi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar, diikuti atlet-atlet potensial, dan menghasilkan bibit unggul yang kelak mewakili DIY di ajang nasional bahkan sampai PON,” tuturnya.

Wesley menilai kegiatan semacam ini juga penting untuk memperkenalkan kickboxing kepada masyarakat. Dengan penyelenggaraan yang berkelanjutan, olahraga tersebut diharapkan semakin dikenal dan menarik minat generasi muda.

Harapan lainnya tentu agar kickboxing DIY bisa berbicara banyak di pentas PON 2028 agar bisa merebut medali lebih baik lagi dibandingkan satu perunggu yang didapat pada PON 2024.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online