FFC DIY Borong Tiga Medali di West Java Challenge 2026

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Minggu, 18 Oktober 2026 09:07 WIB
FFC DIY Borong Tiga Medali di West Java Challenge 2026

Sebanyak sembilan atlet Fleur de Lotus Fencing Club DIY mengikuti kejuaraan International Match Championship West Java Challenge 2026 di Bandung, Jawa Barat pada 10–14 Oktober 2026. - Harian Jogja/Ist

Harianjogja.com, BANDUNG—Fleur de Lotus Fencing Club DIY merebut tiga medali pada kejuaraan International Match Championship West Java Challenge 2026 di Asrilia Hotel, Bandung, Jawa Barat pada 10–14 Oktober 2026.

Pemilik Fleur de Lotus Fencing Club DIY, Arnita Susanti, menyampaikan prestasi yang diraih para atlet merupakan hasil kerja sama atlet, pelatih, orang tua dan seluruh elemen yang mendukung pembinaan klub.

“Kami merasa bangga atas perjuangan sembilan atlet FFC DIY yang telah tampil membawa nama klub dan DIY. Setiap atlet memiliki proses perkembangan yang berbeda sehingga manajemen sangat menghargai keberanian untuk bertanding, berkompetisi secara sportif dan terus belajar melalui pengalaman di arena pertandingan,” ungkapnya kepada Harian Jogja, Minggu (18/10/2026).

Arnita memaparkan kejuaraan yang diikuti hampir 800 peserta tersebut menjadi ajang kompetisi penting bagi para atlet anggar dari berbagai kelompok usia dan kategori pertandingan. FFC DIY mengirimkan sembilan atlet yang bertanding pada nomor foil, epee, dan sabre, mulai dari kategori U10 hingga senior.

Dari keikutsertaan tersebut, FFC DIY membawa pulang satu medali emas dan dua medali perunggu. Medali emas dipersembahkan Raqeelayasyifa Abiyasauralysta Kurniawan pada nomor Foil Putri U10.

Pada nomor yang sama, Radlinasyauqina Abinarfhashayna Kurniawan turut menyumbangkan medali perunggu setelah menempati posisi ketiga. Sementara itu, Rakka Nathan Azuranota berhasil meraih medali perunggu pada nomor Epee Putra Kadet. Dia juga memperluas pengalaman kompetisinya dengan mengikuti kategori junior dan senior, masing-masing menempati peringkat ke-10 dan ke-30.

Head Coach FFC DIY Faidillah Kurniawan mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah mengikuti pertandingan di berbagai kategori usia yang jumlah pesertanya hampir mencapai 800 orang.

“Ukuran keberhasilan pembinaan tidak semata-mata ditentukan jumlah medali. Pelatih juga melihat bagaimana atlet mampu menerapkan strategi pertandingan, menjaga konsentrasi, mengelola tekanan serta menunjukkan perkembangan teknik dan taktik dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” tuturnya.

Menurut Faidillah, keikutsertaan atlet pada beberapa kelompok usia merupakan bagian dari strategi pengembangan kemampuan bertanding. Atlet memperoleh kesempatan mengenali perbedaan tempo permainan, variasi teknik lawan, dan tingkat kompleksitas pertandingan.

Ramadhanihusayn Abisatyaveda Kurniawan misalnya, yang kini menempati peringkat ke-9 pada kategori Foil Putra Kadet, peringkat ke-17 pada junior serta peringkat ke-20 pada senior. Pengalaman bertanding lintas kelompok usia tersebut dinilai sebagai bekal penting untuk meningkatkan kematangan kompetitif.

Arnita menegaskan FFC DIY berkomitmen membangun lingkungan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek tetapi juga memperhatikan pengembangan karakter, kedisiplinan, dan keberlanjutan karier olahraga para atlet.
Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga motivasi atlet, khususnya mereka yang masih berada pada usia pembinaan.

Mental Coach FFC DIY, Novi Resmi Ningrum, menyoroti pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi kejuaraan yang kompetitif karena anggar membutuhkan perpaduan antara ketepatan teknik, kecepatan pengambilan keputusan, pengendalian emosi, dan kemampuan mempertahankan fokus dalam waktu yang sangat singkat.

Hasil kejuaraan perlu dipahami sebagai bagian dari proses perkembangan psikologis atlet. Atlet yang meraih medali membutuhkan pendampingan agar tetap rendah hati dan termotivasi, sedangkan atlet yang belum mencapai podium perlu dibantu untuk membangun evaluasi diri yang konstruktif.

Pembinaan mental atlet usia dini dan remaja harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan psikologis masing-masing. Pendekatan yang suportif diperlukan agar motivasi berprestasi tetap tumbuh tanpa mengabaikan kesejahteraan emosional.

Selain tiga atlet peraih medali, enam atlet lainnya turut menunjukkan perjuangan pada masing-masing kategori pertandingan. Greta Stefani Mahardita menempati peringkat ke-20 pada Epee Putri Kadet dan berhasil masuk lima besar dengan menempati peringkat kelima pada kategori Epee Putri Junior.

Gracia Barbara Margi Soukota menempati peringkat ke-26 pada Epee Putri Kadet dan peringkat ke-20 pada Epee Putri Junior. Muhammad Kholif Nuril Habibie berada pada peringkat ke-16 kategori Sabre Putra Kadet.

Pada nomor Sabre Putri, Dian Ari Lathifah meraih peringkat ke-16 pada kategori junior dan peringkat ke-20 pada senior. Kaila Fahira Shava menempati peringkat ke-17 pada kategori junior dan peringkat ke-22 pada senior.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online