Kylie Jenner Debut di Victorias Secret, Kenakan Fantasy Bra Rp902 Miliar
Kylie Jenner debut di Victoria’s Secret Fashion Show 2026 dengan Fantasy Bra senilai US$50 juta atau sekitar Rp902 miliar.
Formula 1 Singapore/F1
Harianjogja.com, JOGJA— Peluang Kimi Antonelli mengunci gelar juara dunia Formula 1 (F1) 2026 di Grand Prix Amerika Serikat (AS) membuat Mercedes AMG Petronas berada di ambang pencapaian besar. Namun, bos tim Toto Wolff meminta seluruh anggota tim tetap membumi dan tidak menganggap gelar tersebut sudah berada dalam genggaman. Seri di Circuit of the Americas, Austin, dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.
Antonelli, pembalap muda asal Italia, memiliki kesempatan matematis untuk memastikan gelar juara dunia pada seri tersebut. Meski demikian, peluang itu bergantung pada hasil balapan dan perolehan poin para pesaingnya, sehingga Mercedes masih harus menjalani akhir pekan balapan dengan cermat.
Menurut laporan Sky Sports pada 19 Oktober 2026, keunggulan Antonelli di puncak klasemen mencapai 102 poin setelah finis ketiga di GP Singapura. Rekan setimnya, George Russell, berada di posisi kedua, sedangkan Lewis Hamilton dari Scuderia Ferrari menempati urutan ketiga.
Jika mampu memenuhi persyaratan matematis di Austin, Antonelli berpeluang menjadi juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah. Untuk mengunci gelar pada kesempatan pertama tersebut, ia harus memperlebar keunggulan poinnya sesuai ketentuan klasemen, sementara hasil Russell dan Hamilton juga akan menentukan apakah persaingan gelar berakhir lebih awal.
Berdasarkan skenario yang dilaporkan Sky Sports, Antonelli perlu menambah keunggulan relatif terhadap Russell dan Hamilton dalam jumlah yang cukup untuk memastikan gelar dengan lima seri tersisa setelah GP Amerika Serikat.
Peluang tersebut membuat GP Amerika Serikat menjadi salah satu seri paling menentukan bagi Mercedes musim ini. Namun, Wolff tidak ingin timnya mengalihkan perhatian dari pekerjaan utama, yakni mengumpulkan poin sebanyak mungkin dan menjaga konsistensi performa di lintasan.
Wolff menegaskan pendekatan Mercedes tidak berubah meskipun Antonelli berada dalam posisi kuat di klasemen. Setelah GP Singapura, ia menilai hasil yang diraih timnya tetap positif, terutama karena mereka mampu mengumpulkan poin lebih banyak dibandingkan Hamilton.
Dalam wawancara dengan Sky Sports seusai GP Singapura, Wolff menjelaskan bahwa tim tidak memperkirakan dapat unggul dari Hamilton karena kecepatan Ferrari dinilai sangat kuat.
"Seperti yang kami katakan hari ini sebelum balapan, ini adalah tentang mengumpulkan poin. Kami tidak menduga akan berada di depan Lewis karena mereka sangat cepat. Jadi datang ke sini dan meraih poin lebih banyak darinya adalah hasil yang bagus," tutur Wolff, dikutip dari Skysports, Selasa (20/10/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Mercedes tetap menjadikan hasil setiap balapan sebagai prioritas, bukan sekadar menghitung kapan gelar juara bisa dipastikan. Bagi tim, menjaga perolehan poin menjadi langkah penting agar peluang Antonelli tidak terganggu oleh hasil yang tidak sesuai harapan.
Walaupun Antonelli memimpin klasemen dengan selisih besar, persaingan belum selesai secara matematis sebelum syarat penentuan gelar terpenuhi. Karena itu, GP Amerika Serikat menjadi kesempatan penting yang harus dimanfaatkan tanpa mengabaikan risiko selama balapan.
Di tengah peluang Antonelli mengamankan gelar juara dunia, Wolff mengingatkan bahwa persaingan balap mobil selalu menyimpan risiko yang tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Kerusakan mesin maupun kecelakaan dapat mengubah hasil akhir, bahkan ketika seorang pembalap memiliki keunggulan besar dalam perhitungan klasemen.
Wolff juga menyinggung kemungkinan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkirakan peluang Antonelli menjadi juara. Menurut dia, angka statistik yang sangat meyakinkan tidak serta-merta menjamin hasil akhir di lintasan.
"Anda melihat angka-angkanya dan bertanya pada AI, 'Berapa probabilitas dia untuk menang?' dan jawabannya mungkin hampir 100 persen, tetapi ini adalah balapan motor. Anda bisa mengalami kerusakan mesin, mengalami kecelakaan, dan kemudian hal-hal bisa mulai terasa menekan," sambung Wolff.
Peringatan tersebut menjadi alasan Mercedes memilih pendekatan bertahap dalam menghadapi sisa musim F1 2026. Tim tidak ingin terlalu jauh memikirkan perayaan gelar sebelum hasil yang diperlukan benar-benar diperoleh.
"Jadi, saya pikir kami perlu melihatnya balapan demi balapan, memastikan bahwa kami terus mencetak poin, dan pada akhirnya, semoga gelar itu akan menghampirinya," pungkas pimpinan tim Mercedes tersebut.
GP Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas, Austin, menjadi kesempatan pertama bagi Antonelli untuk memastikan gelar juara dunia. Berdasarkan kalender resmi Formula 1, rangkaian balapan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026, dengan balapan utama dijadwalkan pada Minggu (25/10/2026).
Bagi Antonelli dan Mercedes, tantangan di Austin bukan hanya mengejar gelar, tetapi juga menjaga konsistensi hingga persaingan benar-benar berakhir. Sikap hati-hati Wolff memperlihatkan bahwa keunggulan di klasemen belum menjadi alasan untuk mengabaikan kemungkinan yang dapat muncul selama balapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kylie Jenner debut di Victoria’s Secret Fashion Show 2026 dengan Fantasy Bra senilai US$50 juta atau sekitar Rp902 miliar.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, berhasil meraih podium kedua pada race 2 putaran akhir FIM Moto3 Junior World Championship 2026
Situs BSU 2026 belum dapat diakses. Kemnaker mengingatkan pekerja agar waspada terhadap tautan palsu dan menjaga data pribadi.
PSG vs Barcelona di Liga Champions mempertemukan dua tim produktif. Simak kekuatan lini depan dan pandangan Vitinha jelang duel di Paris.
Cek aturan membawa power bank di pesawat pada Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, Batik Air, AirAsia, dan Pelita Air.
Cristiano Ronaldo dijatuhi skorsing 30 hari dan denda 255 euro oleh FPF setelah meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal.