Celtic Kalah 1-2 dari Celta Vigo, Javi Rodriguez Bikin Brace

Jumali
Jumali Jum'at, 23 Oktober 2026 07:47 WIB
Celtic Kalah 1-2 dari Celta Vigo, Javi Rodriguez Bikin Brace

Instagram: Celtic

Harianjogja.com, JOGJA—Celtic gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang setelah kalah 1-2 dari Celta Vigo pada matchday ketiga fase liga Liga Europa, Kamis (22/10/2026). Dua gol Javi Rodríguez dalam rentang tiga menit membalikkan keadaan sekaligus memperpanjang catatan kekalahan klub Skotlandia tersebut di kompetisi Eropa.

Bermain di Celtic Park, tuan rumah sempat membuka keunggulan melalui Mika Baur pada awal babak kedua. Namun, Celta Vigo merespons lewat dua gol Rodríguez pada menit ke-68 dan ke-71 untuk membawa pulang tiga poin dari Glasgow.  

Hasil tersebut membuat Celtic menelan kekalahan ketiga secara beruntun di Liga Europa musim ini. Sebelumnya, tim asuhan Martin O'Neill itu kalah 1-3 dari Ferencváros dan takluk 1-4 saat bertandang ke markas Benfica. Celtic pun belum memperoleh poin dari tiga pertandingan fase liga.  

Celtic Kesulitan Menembus Pertahanan Celta

Celta Vigo tampil lebih dominan dalam penguasaan bola pada babak pertama, tetapi tidak mudah menemukan celah di pertahanan Celtic. Tuan rumah berusaha menjaga organisasi lini belakang agar tim tamu tidak leluasa menciptakan peluang bersih.

Celta beberapa kali mencoba mengancam melalui Ferran Jutglà dan rekan-rekannya. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan gol hingga kedua tim memasuki ruang ganti dengan skor 0-0.

Celtic juga sempat meminta penalti setelah Callum Osmand terlibat insiden dengan Javi Rueda di dekat kotak penalti. Meski mendapat protes dari pemain dan pendukung tuan rumah, insiden itu tidak menghasilkan hadiah penalti.

Mika Baur Bawa Celtic Unggul

Celtic memulai babak kedua dengan lebih agresif. Pada menit ke-47, Haissem Hassan melakukan penetrasi dan mengirimkan umpan silang ke area pertahanan Celta Vigo.

Bola gagal diantisipasi dengan sempurna oleh pemain belakang tim tamu. Mika Baur memanfaatkan situasi tersebut dengan melepaskan tembakan mendatar yang menaklukkan kiper Ionut Radu. Celtic pun unggul 1-0.

Gol itu sempat meningkatkan harapan pendukung tuan rumah untuk melihat tim mereka meraih hasil positif. Celtic bahkan hampir menggandakan keunggulan melalui sundulan Liam Scales yang membentur mistar gawang.

Namun, peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol tambahan. Celta Vigo perlahan kembali menemukan ritme permainan dan meningkatkan tekanan ke pertahanan Celtic.

Javi Rodríguez Membalikkan Keadaan

Celta Vigo akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-68. Javi Rodríguez menyambut umpan Hugo Álvarez melalui sundulan yang tidak mampu dijangkau penjaga gawang Celtic, mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut memicu protes dari kubu tuan rumah. Martin O'Neill menilai ada pelanggaran terhadap Camilo Durán sebelum gol tercipta, tetapi gol penyama kedudukan tetap disahkan.

Tiga menit kemudian, Rodríguez kembali menjadi pembeda. Bek Celta Vigo itu menerima bola di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang menembus pertahanan Celtic untuk membawa tim tamu unggul 2-1.

Dua gol dalam waktu singkat tersebut mengubah jalannya pertandingan. Celtic yang sebelumnya berada di posisi unggul harus mengejar ketertinggalan, sedangkan Celta Vigo berusaha menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.  

Peluang Celtic ke Fase Gugur Kian Berat

Celtic tidak berhasil mencetak gol balasan pada sisa pertandingan. Kekalahan 1-2 di kandang membuat mereka tetap tanpa poin setelah tiga pertandingan fase liga, menyusul hasil negatif melawan Ferencváros dan Benfica.

Situasi ini membuat perjalanan Celtic menuju fase gugur semakin berat. Tim perlu memperbaiki hasil pada pertandingan berikutnya sekaligus menjaga konsistensi agar tetap memiliki peluang bersaing dalam klasemen fase liga.

Celta Vigo, sebaliknya, meraih kemenangan pertamanya pada fase liga musim ini setelah sebelumnya kalah dari Omonia dan Juventus. Hasil di Glasgow menjadi modal penting bagi klub Spanyol tersebut untuk melanjutkan persaingan di kompetisi Eropa.  

Bagi Celtic, kekalahan ini bukan hanya soal kehilangan poin di kandang sendiri. Kegagalan mempertahankan keunggulan setelah mencetak gol lebih dahulu menunjukkan pentingnya menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, terutama ketika menghadapi lawan yang mampu memanfaatkan momentum.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online