Klasemen Liga Europa: Benfica, Bournemouth, dan Ferencvros Teratas
Benfica, Bournemouth, dan Ferencváros mengoleksi 12 poin di Liga Europa. Juventus naik ke lima besar, sedangkan AC Milan terpuruk di posisi ke-28.
Ruben Amorim./Instagram rubenamoriofficial
Harianjogja.com, JOGJA—Ruben Amorim tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya setelah AC Milan takluk 0-2 dari Ferencváros pada matchday keempat Liga Europa 2026/2027 di San Siro, Jumat (6/11/2026) dini hari WIB. Pelatih Rossoneri itu bahkan mengaku kesulitan menjelaskan penampilan timnya yang jauh dari harapan, terutama pada babak pertama.
Kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan karena Milan baru saja meraih kemenangan 3-1 atas rival sekota, Inter Milan, dalam Derby della Madonnina di Serie A. Namun, performa positif itu tidak berlanjut ketika mereka kembali bermain di kompetisi Eropa.
Dua gol Lenny Joseph pada menit ke-52 dan ke-66 memastikan kemenangan Ferencváros. Hasil ini sekaligus menjadi kekalahan ketiga Milan dalam empat pertandingan fase liga Liga Europa.
Amorim menilai persoalan Milan bukan sekadar kesalahan teknis di lapangan. Ia menyoroti ambisi, konsentrasi, dan kesiapan pemain ketika harus menjalani pertandingan dengan jeda waktu yang singkat.
"Tidak ada penjelasan. Kami tidak siap untuk bermain sepak bola. Kami belum siap untuk bertanding setiap tiga hari sekali," kata Ruben Amorim usai skor AC Milan vs Ferencváros 0-2, dilansir dari Football Italia.
Pelatih asal Portugal itu juga mengaku sulit mengingat kapan terakhir kali Milan menampilkan permainan seburuk itu pada babak pertama.
"Tidak ada penjelasan. Tidak ada yang bisa saya katakan, terutama mengenai babak pertama," ujar Amorim.
"Saya tidak ingat kami pernah menampilkan performa seperti itu di babak pertama sebelumnya. Ini soal ambisi dan konsentrasi."
Menurut Amorim, Milan terlalu sering memberikan kesempatan kepada lawan melalui kesalahan sendiri. Situasi tersebut membuat Ferencváros lebih leluasa mengembangkan serangan.
"Kami memberikan peluang kepada lawan dan melakukan kesalahan-kesalahan konyol. Kami benar-benar tidak siap untuk bermain sepak bola malam ini."
Ia juga menilai timnya gagal mengalihkan fokus setelah kemenangan dalam derbi. Padahal, mengenakan seragam Milan berarti membawa tanggung jawab besar yang harus ditunjukkan dalam setiap pertandingan.
"Sulit untuk menjelaskannya," tambah Amorim.
"Sederhananya, kami belum siap untuk beralih dari laga derbi ke kompetisi ini. Saat mengenakan seragam Milan, Anda memikul tanggung jawab besar; Anda tidak boleh tampil seperti ini."
"Mungkin saya kurang maksimal dalam memastikan kesiapan tim."
Milan sebenarnya mendapat kesempatan untuk membangun momentum setelah kemenangan atas Inter. Namun, permainan mereka di San Siro justru tidak berkembang sesuai harapan. Ferencváros beberapa kali mampu menembus pertahanan tuan rumah melalui tekanan terhadap pemain yang menguasai bola.
Kiper muda Lorenzo Torriani, yang berusia 21 tahun, mendapat kesempatan tampil sebagai starter karena Mike Maignan menjalani skorsing dan Pietro Terracciano mengalami cedera. Ia sempat melakukan sejumlah penyelamatan, tetapi kesalahan koordinasi dengan Koni De Winter berujung pada gol pertama Ferencváros.
Pada menit ke-52, tekanan Kristoffer Zachariassen membuat Torriani kehilangan penguasaan bola setelah menerima umpan balik. Lenny Joseph kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol ke gawang yang sudah tidak terjaga.
Joseph kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-66. Kali ini, Zachariassen mengawali serangan balik dan memberikan bola kepada Joseph yang dengan mudah menyelesaikan peluang.
Milan berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi tidak berhasil mencetak gol. Ferencváros bahkan harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah Bamidele Yusuf menerima kartu merah pada menit ke-77.
Selain kesiapan bertanding, Amorim turut menyinggung etos kerja pemain dalam sesi latihan. Ia menyebut Strahinja Pavlovic sebagai contoh yang perlu ditiru rekan-rekannya, meskipun sang bek tidak masuk susunan pemain utama dalam pertandingan melawan Ferencváros.
“Semua pemain seharusnya berlatih seperti Pavlovic. Dia rela mati-matian saat latihan dan menjadi teladan yang baik."
"Terkadang, pemain merasa kesulitan jika tidak tampil sejak awal, tetapi itu bukan alasan. Siapa pun yang diturunkan sebagai starter, seharusnya kami tetap bisa menang.”
Amorim juga meminta para pemain memperbaiki kemampuan memenangi perebutan bola kedua. Menurutnya, Milan tidak boleh menganggap penampilan buruk seperti saat melawan Ferencváros sebagai sesuatu yang biasa.
“Kami harus memperbaikinya! Kita tidak boleh menganggap situasi ini sebagai hal yang wajar. Seharusnya banyak hal yang bisa kami lakukan dengan lebih baik malam ini,” ujarnya.
Kekalahan dari Ferencváros membuat posisi Milan di klasemen fase liga semakin sulit. Dari empat pertandingan, Rossoneri baru mengumpulkan tiga poin setelah menelan tiga kekalahan.
Amorim mengakui timnya perlu menemukan cara agar mampu bersaing di Serie A sekaligus Liga Europa. Ia juga menilai persoalan kesiapan dan konsistensi bukan masalah yang baru muncul dalam pertandingan melawan Ferencváros.
"Kami belum siap untuk bersaing di dua kompetisi sekaligus. Kami harus memperbaiki pendekatan dan cara pandang kami terhadap sepak bola. Tidak ada alasan untuk malam ini; tidak ada yang bisa saya katakan."
“Mungkin ada yang salah dengan apa yang saya lakukan dalam dua hari terakhir, tetapi saya melihat tim ini memang sudah memiliki masalah serupa sejak musim lalu. Kami harus mencari solusinya."
"Malam ini kami tidak siap; kami tidak menunjukkan keberanian. Jika tidak bisa menang, setidaknya kami harus berjuang habis-habisan untuk mengubah keadaan, tetapi hal itu tidak terlihat malam ini,” kata Amorim.
Meski demikian, Amorim menegaskan belum menyerah di Liga Europa. Ia meminta timnya segera bangkit dan tetap berusaha meraih kemenangan, termasuk ketika harus melakukan rotasi pemain.
“Tentu saja saya harus memikirkan Serie A, tetapi kami juga harus tampil baik di Liga Europa."
"Kami bisa dan wajib memenangkan pertandingan, bahkan saat melakukan rotasi pemain. Kami harus siap—meskipun saat ini belum—untuk terus bermain dan meraih kemenangan setiap tiga hari sekali.”
“Namun, saya tidak akan menyerah di kompetisi ini. Selama secara matematis masih ada peluang, kami akan terus berjuang di kompetisi ini, sama seperti di kompetisi lainnya,” tutup Amorim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Benfica, Bournemouth, dan Ferencváros mengoleksi 12 poin di Liga Europa. Juventus naik ke lima besar, sedangkan AC Milan terpuruk di posisi ke-28.
Pemerintah berencana membuka seleksi CPNS 2026 pada November. Simak alasan rekrutmen dan arahan Prasetyo Hadi kepada calon pelamar.
Serangan siber mengubah pengaturan suhu tiga fasilitas bank darah di Prancis. Sistem alarm berhasil mencegah kerusakan plasma dan produk darah.
Russell Brand terbukti bersalah atas satu pemerkosaan dan tiga kekerasan seksual. Ia ditahan dan menunggu vonis pada 9 November 2026.
Apple menguasai 50% pendapatan smartphone global pada kuartal III-2026. Samsung berada di posisi kedua, disusul Xiaomi, Oppo, dan Vivo.
PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis. Pieter Huistra berharap hasil itu mendongkrak kepercayaan diri tim saat menghadapi Bhayangkara FC.