PSS Sleman Kalah dari Borneo FC, Pieter Huistra Sesalkan Kartu Merah

Newswire
Newswire Selasa, 27 Oktober 2026 21:17 WIB
PSS Sleman Kalah dari Borneo FC, Pieter Huistra Sesalkan Kartu Merah

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra dan Riko Simanjuntak memberikan keterangan dalam konferensi pers seusai pertandingan melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Internasional Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (27/10/2026)./Antara-Agung Dwi Prakoso

Harianjogja.com, SLEMAN—Kartu merah Stefan Ashkovski menjadi salah satu momen krusial dalam kekalahan PSS Sleman dari Borneo FC Samarinda pada pekan ketujuh Super League 2026/2027. Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menilai hukuman tersebut mengubah dinamika pertandingan dan memaksa timnya menyesuaikan strategi.

PSS Sleman harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 1-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Internasional Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/10/2026).

"Kartu merah itu adalah hal yang (berpengaruh) besar dalam pertandingan," kata Huistra dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kartu Merah Ubah Strategi PSS Sleman

Stefan Ashkovski menerima kartu merah pada menit ke-43 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Borneo FC di area pertahanan. Insiden tersebut membuat PSS harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Huistra menilai kehilangan satu pemain sangat memengaruhi permainan dan strategi yang telah disiapkan. Timnya dituntut memperkuat pertahanan sekaligus mencari peluang untuk mengejar ketertinggalan.

"Kami harus bertahan lebih baik, dan setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika dalam game berubah," ujarnya.

Meski berada dalam situasi sulit, Huistra mengapresiasi perjuangan para pemain yang tetap berusaha memberikan perlawanan. PSS bahkan mampu memperkecil ketertinggalan melalui satu gol, meski akhirnya harus menerima kekalahan 1-2.

"Para pemain tidak menyerah. Bahkan saat tertinggal 1-0 dan bermain dengan 10 orang, kami mencoba untuk melawan, kami mencoba mengambil risiko, kami menciptakan beberapa peluang, dan pada akhirnya kalah 1-2. Sedikit kurang beruntung," katanya.

Huistra mengakui hasil tersebut mengecewakan suporter, pemain, dan staf tim. Namun, ia menilai pertandingan berlangsung relatif seimbang jika melihat permainan kedua kesebelasan.

"Saya mengerti suporter, mereka sangat kecewa, para pemain juga kecewa, staf juga kecewa. Kalau Anda lihat ke game, ya saya pikir kedua tim kurang lebih setimbang," ujarnya.

Riko Simanjuntak Minta Maaf kepada Suporter

Sementara itu, pemain PSS Sleman Riko Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang tidak menyaksikan pertandingan dari lokasi tersebut.

"Saya mewakili pemain, tentunya memohon maaf kepada semua suporter yang telah hadir, yang enggak hadir juga, atas hasil ini. Tentunya hasil malam ini bukanlah hasil yang kami inginkan," katanya.

Riko menegaskan para pemain memiliki komitmen untuk berusaha mengamankan tiga poin setiap kali menjalani laga kandang. Namun, target tersebut belum dapat diwujudkan ketika menghadapi Borneo FC.

Ia juga mengakui lawan memiliki kualitas dan mampu memberikan perlawanan. Menurut Riko, kedua tim sama-sama berusaha membangun serangan dan menciptakan peluang sepanjang pertandingan.

"Semua bisa melihat Borneo juga punya kualitas, dan kita tadi dari awal sudah memberikan perlawanan dan kita beberapa menciptakan peluang juga, dan Borneo juga demikian," ujarnya.

Riko menambahkan, kartu merah memaksa Huistra mengubah strategi. Perubahan tersebut memiliki risiko, tetapi para pemain tetap berusaha menjalankan instruksi pelatih di lapangan.

"Saat ada kartu merah pasti ada yang perubahan, dan pelatih juga di locker room membuat perubahan yang tadi juga sudah ngomong itu berisiko, ternyata luar biasa juga, teman-teman berjuang," katanya.

Kekalahan dari Borneo FC menjadi hasil yang mengecewakan bagi PSS Sleman. Pernyataan Huistra dan Riko menunjukkan bahwa kartu merah Ashkovski menjadi tantangan besar bagi tim dalam mempertahankan keseimbangan permainan hingga pertandingan berakhir.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online