Persebaya vs Persijap: Tavares Soroti Bola Mati dan Kebugaran Pemain

Jumali
Jumali Jum'at, 30 Oktober 2026 08:17 WIB
Persebaya vs Persijap: Tavares Soroti Bola Mati dan Kebugaran Pemain

Logo BRI Super League. - Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Persebaya Surabaya diminta tidak meremehkan Persijap Jepara saat kedua tim bertemu dalam lanjutan Super League, Jumat (30/10/2026) malam. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memperingatkan anak asuhnya agar siap menghadapi pertahanan rapat yang berpotensi membuat mereka frustrasi di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

Meski Persijap berada di papan bawah klasemen, Tavares menilai lawannya tetap memiliki kemampuan untuk menyulitkan tuan rumah. Ia memperkirakan tim tamu akan menerapkan strategi bertahan rendah atau parkir bus untuk meredam serangan Bajul Ijo.

“Besok akan menjadi pertandingan yang sulit karena tim lawan berada di dasar klasemen, dan mereka akan mencoba bermain dengan pertahanan rendah untuk mengulur waktu sehingga pemain kami bisa merasa gugup,” ujar Tavares dalam konferensi pers prapertandingan di Surabaya, Kamis (29/10/2026).

Persebaya Diminta Tak Meremehkan Persijap

Tavares mengingatkan para pemainnya agar tidak menjadikan posisi Persijap di klasemen sebagai patokan untuk mengukur tingkat kesulitan pertandingan. Menurut dia, tim asal Jepara itu mulai menunjukkan perkembangan setelah meraih poin perdana.

Persijap juga dinilai mampu memberikan perlawanan kepada tim-tim papan atas. Borneo FC, misalnya, hanya menang tipis 1-0. Sementara itu, Persib Bandung harus bekerja keras sebelum mengalahkan Persijap dengan skor 2-1.

Dewa United juga baru bisa memastikan kemenangan melalui gol pada menit ke-79 dan masa tambahan waktu.

Catatan tersebut menjadi pengingat bagi Persebaya bahwa dominasi permainan belum tentu mudah dikonversi menjadi kemenangan, terutama jika lawan memilih bertahan dengan rapat.

“Kami harus tetap rendah hati dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai situasi, termasuk ketika lawan menerapkan pertahanan rapat,” kata Tavares.

Jadwal Padat Jadi Tantangan Persebaya

Selain mengantisipasi strategi lawan, Persebaya menghadapi persoalan kebugaran pemain akibat jadwal pertandingan yang padat.

Bajul Ijo telah menjalani tiga pertandingan dalam rentang waktu singkat, yakni pada 18, 22, dan 26 Oktober 2026. Sebaliknya, Persijap memiliki waktu pemulihan lebih panjang karena terakhir bertanding pada 24 Oktober 2026.

Perbedaan waktu istirahat itu membuat tim pelatih Persebaya harus mempertimbangkan kondisi fisik pemain sebelum menentukan komposisi tim. Rotasi pun menjadi salah satu opsi yang perlu diperhitungkan, terlebih beberapa pemain masih cedera atau baru menjalani pemulihan.

“Kami perlu melihat sikap dan kondisi para pemain ini, terutama karena sejumlah pemain masih cedera atau baru kembali menjalani pemulihan,” ujar Tavares.

Antisipasi Bola Mati Jadi Pekerjaan Rumah

Tavares juga menyoroti pertahanan Persebaya, terutama saat menghadapi situasi bola mati dan tembakan jarak jauh.

Dari tiga gol terakhir yang bersarang di gawang Persebaya, dua di antaranya disebut berasal dari skema tendangan bebas. Satu gol lainnya terjadi setelah lawan mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan dari area tengah.

Evaluasi tersebut membuat Persebaya perlu memperbaiki sejumlah aspek pertahanan, antara lain:

  • Memperkuat antisipasi terhadap situasi bola mati atau set piece.

  • Menghindari pelanggaran yang tidak perlu di dekat kotak penalti.

  • Menutup ruang tembak lawan, khususnya dari luar kotak penalti.

Perbaikan itu menjadi penting agar Persebaya tidak memberikan kesempatan kepada Persijap untuk mencuri gol melalui situasi yang bisa diantisipasi.

Francisco Rivera Siap Berikan 100 Persen

Dari kubu pemain, kapten Persebaya Francisco Rivera menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi maksimal. Meski masih merasakan sedikit nyeri pada bagian tendon setelah absen sekitar satu bulan akibat cedera, Rivera menegaskan komitmennya untuk membantu tim meraih poin penuh.

“Besok, entah saya bisa main 40 menit atau 90 menit penuh, saya akan memberikan 100 persen untuk Persebaya,” kata Rivera.

Rivera juga berharap dukungan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo dapat menjadi dorongan bagi tim. Ia ingin Persebaya kembali meraih hasil positif seperti ketika menumbangkan Madura United beberapa waktu lalu.

Dengan tantangan berupa pertahanan rapat Persijap, kebugaran pemain, dan evaluasi lini belakang, Persebaya dituntut tampil sabar sekaligus efektif jika ingin mengamankan kemenangan di kandang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online