Markas Kodam XXVI/Mataram di Godean Ditargetkan Segera Dibangun
Pangdam XXVI/Mataram menargetkan pembangunan markas permanen di Godean, Sleman, segera diproses setelah tahapan administrasi dan persiapan tuntas.
Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar saat diwawancarai usai sesi latihan tim di Stadion Mandala Krida, Jumat (30/10/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja mengajukan banding atas hukuman larangan bermain selama 10 pertandingan yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada striker Mauro Caballero. Sanksi tersebut berkaitan dengan dugaan tindakan rasisme terhadap pemain Bhayangkara FC, Allano Brendon, dalam pertandingan Super League 2026/2027 pada Selasa (20/10/2026).
Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, mengatakan proses pengajuan banding telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. Manajemen berharap Komite Banding PSSI segera mengeluarkan keputusan agar status Mauro Caballero untuk pertandingan mendatang mendapatkan kepastian.
"Yang dikeluarkan oleh Komisi Disiplin kan 10 pertandingan. Dan kita menempuh jalur banding, itu yang sudah kita proses mulai dari kemarin. Harapan kami tentu secepatnya biar ada keputusan, jadi kondisi Mauro ada kejelasan ke depannya," kata Iksan, Jumat (30/10/2026).
Bagi PSIM, kepastian hukuman Caballero menjadi penting karena tim akan menghadapi jadwal pertandingan yang semakin padat pada November dan Desember. Selain Super League, Laskar Mataram juga dijadwalkan mengikuti League Cup.
PSIM Kehilangan Mauro Caballero dalam Dua Laga Kandang
Iksan mengakui PSIM membutuhkan kontribusi Caballero untuk menghadapi rangkaian pertandingan mendatang. Absennya striker tersebut turut memengaruhi kedalaman skuad yang dimiliki tim.
Setidaknya, Caballero dipastikan tidak dapat memperkuat PSIM dalam dua pertandingan kandang terdekat. Laskar Mataram akan menjamu Borneo FC pada Minggu (1/11/2026), kemudian menghadapi Dewa United pada Jumat (6/11/2026).
Di tengah kebutuhan terhadap tenaga pemain tersebut, manajemen tetap menempuh prosedur banding sesuai mekanisme yang berlaku. Iksan menegaskan pengajuan tersebut bukan berarti PSIM secara khusus meminta seluruh hukuman dihapuskan.
"Kalau banding kita hanya memberikan bentuk keberatan. Untuk selain-lainnya itu tentu kewenangan dari Komite Banding PSSI yang akan menilai selanjutnya. Yang penting dari sisi prosedur kita sudah mengajukan proses hukum itu," jelasnya.
Menurut Iksan, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Komite Banding PSSI. Manajemen kini menunggu hasil penilaian atas keberatan yang telah disampaikan.
PSIM Tegaskan Menolak Rasisme dan Diskriminasi
Terlepas dari proses banding, Iksan menyebut sanksi yang diterima Caballero menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemain dan jajaran tim. Dia mengingatkan pentingnya menjaga perilaku serta menjunjung prinsip fair play dalam setiap pertandingan.
Pesan tersebut juga berlaku ketika pemain merasa dirugikan oleh keputusan wasit maupun perangkat pertandingan. Menurut Iksan, situasi pertandingan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan sikap sportif.
Terkait dugaan tindakan rasisme yang menjadi dasar hukuman Caballero, Iksan menegaskan PSIM menolak segala bentuk diskriminasi, termasuk tindakan yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Dia menyebut Caballero telah menyampaikan kepada manajemen seusai pertandingan melawan Bhayangkara FC bahwa dirinya tidak melakukan tindakan diskriminatif. Pernyataan tersebut menjadi salah satu dasar manajemen mengajukan banding.
"Yang pasti kita stand firm bahwa kita tim yang sangat anti dengan tindakan rasisme atau diskriminatif bernuansa SARA. Caballero memastikan bahwa tidak ada tindakan diskriminatif yang dilakukan. Itu yang menjadi standpoint kita untuk mengajukan banding ini," kata dia.
Pelatih PSIM Siapkan Alternatif Tanpa Sejumlah Pemain Pilar
Sementara itu, caretaker PSIM Jogja, Guntur Cahyo Utomo, mengakui absennya sejumlah pemain pilar membuat tim pelatih harus bekerja lebih keras dalam menentukan komposisi skuad.
Menurut Guntur, jajaran pelatih memanfaatkan waktu persiapan selama satu pekan untuk mencoba berbagai alternatif permainan. Mereka juga mencari pemain yang dinilai mampu mengisi posisi yang ditinggalkan pemain yang tidak bisa tampil.
Persiapan tersebut diharapkan menghasilkan variasi permainan baru sehingga kekuatan tim tetap terjaga meski kehilangan sejumlah pemain penting.
"Kita memang cukup berpikir keras, terutama kami di tim kepelatihan, bagaimana meramu tim ini. Kita bersyukur punya satu minggu full latihan sehingga saya bisa mengotak-atik hal baru. Semoga kita bisa memunculkan sesuatu yang baru, sehingga kehilangan pemain pilar bisa sedikit digantikan oleh pemain-pemain yang kita siapkan," ucap Guntur.
Dengan proses banding yang masih berjalan dan absennya sejumlah pemain, PSIM kini dihadapkan pada tantangan menyiapkan komposisi terbaik untuk menghadapi Borneo FC dan Dewa United. Kepastian mengenai hukuman Mauro Caballero selanjutnya menunggu keputusan Komite Banding PSSI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pangdam XXVI/Mataram menargetkan pembangunan markas permanen di Godean, Sleman, segera diproses setelah tahapan administrasi dan persiapan tuntas.
KAI Commuter mempercepat pengadaan 8 trainset KRL melalui PMN dengan mempertimbangkan kapasitas industri dan kebutuhan penumpang.
KPK menggeledah Bea Cukai Semarang dan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, menyita dokumen, barang elektronik, serta uang tunai.
Kapolri dan Mendes PDT memperkuat kerja sama memberantas narkoba di desa melalui Desa Bersinar serta menyiapkan program Poliran.
Hujan mulai mengguyur Kulon Progo. BPBD mengingatkan warga mewaspadai pohon tumbang, genangan, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Kejagung melelang 209.081,97 ton batu bara sitaan kasus Samin Tan senilai Rp264,08 miliar. Satu peserta dinyatakan sebagai pemenang.