Manajer PSIM Jogja Sebut Hukuman Tambahan Ze Valente Jadi Pukulan Telak

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Selasa, 27 Oktober 2026 14:27 WIB
Manajer PSIM Jogja Sebut Hukuman Tambahan Ze Valente Jadi Pukulan Telak

Ze Valente (putih)/PSIM Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja harus menyiapkan strategi alternatif di lini tengah setelah gelandang Ze Valente mendapat tambahan hukuman larangan bermain dua pertandingan.

Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, menyebut sanksi tersebut menjadi pukulan telak karena timnya kehilangan salah satu pemain penting saat menjamu Borneo FC dan Dewa United.

Hukuman tambahan itu dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyusul kartu merah yang diterima Ze saat PSIM menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Selasa (20/10/2026).

Dalam keputusan sidang tertanggal 25 Oktober 2026, Komdis PSSI menilai gelandang asal Portugal tersebut melakukan pelanggaran serius pada menit ke-26. Ze dinilai mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengarah ke kepala pemain lawan.

Mengacu Pasal 49 ayat (1) huruf b dan ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Ze dijatuhi tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp10 juta.

Dengan sanksi tersebut, Ze harus absen dalam total tiga pertandingan, termasuk laga melawan Isenmulang pada Sabtu (24/10/2026). Ia juga tidak dapat memperkuat PSIM saat menjamu Borneo FC dan Dewa United dalam dua pertandingan kandang berikutnya.

"Tambahan hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Ze Valente jelas sebuah pukulan telak bagi kami. Setelah tidak bermain kontra Isenmulang, kami kehilangan Ze untuk dua laga kandang penting kontra Borneo FC dan Dewa United," kata Iksan.

PSIM Nilai Ze Tak Berniat Mencederai Lawan

Di tengah kerugian akibat sanksi tersebut, manajemen PSIM menilai insiden yang berujung kartu merah Ze bukan tindakan yang disengaja untuk mencederai pemain lawan.

Iksan meyakini Ze tetap menjunjung profesionalitas dan sportivitas selama berkarier sebagai pesepak bola. Pengalaman pemain tersebut menjadi salah satu alasan manajemen menilai Ze tidak memiliki niat buruk dalam insiden itu.

"Kami yakin Ze bukan pemain yang memiliki niat buruk untuk melukai lawan. Dengan pengalaman dan sepak terjang selama ini, Ze telah membuktikan dirinya menjunjung tinggi sportivitas di atas segalanya," ujarnya.

Manajemen PSIM juga telah menempuh prosedur untuk menyampaikan keberatan atas keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Ze dalam pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Pelatih Siapkan Alternatif di Lini Tengah

Meski kehilangan salah satu pemain penting, PSIM memilih segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Tim pelatih menyiapkan sejumlah alternatif strategi untuk mengisi kekosongan di lini tengah selama Ze menjalani hukuman.

"Tetapi, kami tidak ingin larut dalam situasi tidak menguntungkan ini. Tim pelatih akan mempersiapkan sejumlah skenario permainan untuk mengatasi absennya Ze di lini tengah," kata Iksan.

Absennya Ze sekaligus membuka peluang bagi pemain lain untuk mendapatkan kesempatan bermain. Manajemen berharap para pemain yang tersedia dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dan menunjukkan performa maksimal dalam dua laga kandang mendatang.

"Harapannya, pemain yang tersedia dapat membuktikan diri untuk tampil maksimal di dua laga kandang selanjutnya," tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online