Guntur Syukuri Satu Poin PSIM Jogja, Akhiri Lima Kekalahan Beruntun

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Sabtu, 24 Oktober 2026 19:37 WIB
Guntur Syukuri Satu Poin PSIM Jogja, Akhiri Lima Kekalahan Beruntun

Instagram: PSIM Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Caretaker PSIM Jogja, Guntur Cahyo Utomo, mensyukuri tambahan satu poin setelah timnya bermain imbang 0-0 melawan Isenmulang Kalteng FC dalam lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu (24/10/2026). Hasil ini sekaligus mengakhiri rentetan lima kekalahan beruntun Laskar Mataram.

Guntur menilai PSIM telah berusaha mengontrol permainan dan membangun serangan untuk mencetak gol. Namun, dominasi penguasaan bola belum mampu dikonversi menjadi gol hingga pertandingan berakhir tanpa pemenang.

“Gol yang kita tunggu memang belum datang. Tapi hasil ini kita syukuri bahwa kita sekarang mendapat tambahan satu poin,” kata Guntur seusai pertandingan.

PSIM memang unggul dalam penguasaan bola dengan 64%, berbanding 36% milik Isenmulang. Laskar Mataram juga mencatatkan 12 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Isenmulang menghasilkan enam tembakan dengan dua yang mengarah ke gawang.

Meski unggul dalam sejumlah statistik serangan, PSIM belum berhasil menembus pertahanan tuan rumah. Peluang yang dimiliki barisan depan, termasuk Haljeta dan Caballero, belum berbuah gol sehingga skor 0-0 bertahan sampai peluit akhir.

PSIM Catat Cleansheet Pertama

Di balik kegagalan mencetak gol, PSIM mendapat catatan positif dari lini pertahanan. Gawang yang dikawal Cahya Supriadi tidak kebobolan, sekaligus menghasilkan cleansheet pertama tim pada musim ini, sebagaimana disampaikan Cahya seusai pertandingan.

Guntur juga menilai pertahanan PSIM tampil cukup kokoh. Ia secara khusus menyoroti satu penyelamatan penting Cahya yang membantu menjaga gawang Laskar Mataram tetap aman.

“Kami cukup kokoh ketika bertahan. Mungkin Cahya juga melakukan satu penyelamatan yang sangat krusial tadi,” ujar Guntur.

Bagi Cahya, tambahan satu poin dan keberhasilan mencatatkan cleansheet menjadi modal penting setelah PSIM mengalami kesulitan pada awal musim. Ia mengakui kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi di klasemen.

“Karena mendapatkan poin satu dan cleansheet pertama itu enggak mudah, karena kita tahu awal-awal bertanding, awal-awal musim kita sangat kesulitan,” kata Cahya.

Kiper PSIM tersebut juga menegaskan timnya harus terus bekerja keras dan menatap pertandingan selanjutnya dengan optimistis. Ia berharap Laskar Mataram segera bangkit dan mampu meraih hasil yang lebih baik.

Guntur Minta PSIM Berbenah

Meski bersyukur dapat menghentikan tren kekalahan, Guntur menyadari masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki. Salah satunya ialah efektivitas serangan agar dominasi permainan bisa menghasilkan gol.

“Kami harus bekerja lebih keras lagi ke depan, memperbaiki apa yang memang belum ada dan apa yang belum maksimal di latihan-latihan berikutnya untuk persiapan pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Hasil imbang ini membuat PSIM mengakhiri rangkaian lima kekalahan beruntun, tetapi belum mampu meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan yang disebutkan dalam catatan musim ini. Berdasarkan data klasemen dalam naskah awal, PSIM berada di peringkat ke-17 dengan dua poin dari dua hasil imbang dan masih menempati zona degradasi.

Tambahan satu poin dan cleansheet pertama menjadi bekal bagi PSIM untuk menatap laga berikutnya. Namun, Laskar Mataram tetap perlu membenahi penyelesaian akhir agar dapat mengubah hasil imbang menjadi kemenangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online