Veda Ega Vs Hakim Danish Memanas, Penentuan di Moto3 Malaysia

Jumali
Jumali Sabtu, 31 Oktober 2026 20:37 WIB
Veda Ega Vs Hakim Danish Memanas, Penentuan di Moto3 Malaysia

Veda Ega Pratama dan Hakim Danish / Tangkapan layar

Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan Veda Ega Pratama dan Hakim Danish di Moto3 2026 semakin ketat. Selisih delapan poin di klasemen sementara membuat balapan Moto3 Malaysia 2026 menjadi kesempatan bagi kedua pembalap untuk membuktikan diri.

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, sementara menempati peringkat kedelapan klasemen dengan koleksi 111 poin. Sementara itu, Hakim Danish asal Malaysia berada tepat di bawahnya, yakni posisi kesembilan dengan 103 poin.

Jarak yang relatif tipis tersebut membuat Hakim memiliki peluang untuk mengejar Veda. Terlebih, hasil dua hari sesi Moto3 Malaysia 2026 menunjukkan keduanya bergantian mencatatkan posisi lebih baik.

Pada Jumat (30/10/2026), Veda tampil lebih kompetitif dalam dua sesi yang berlangsung. Dia menempati posisi keempat pada free practice 1 (FP1), kemudian naik ke urutan ketiga saat sesi practice.

Hakim Danish berada satu tingkat di bawah Veda dalam kedua sesi tersebut. Pembalap Malaysia itu finis di posisi kelima pada FP1 dan keempat dalam practice.

Namun, situasi berubah pada Sabtu (31/10/2026). Hakim mampu memperbaiki posisinya pada hari kedua, sedangkan Veda tidak berhasil mempertahankan keunggulan seperti pada sesi sebelumnya.

Dalam FP2, Hakim menempati posisi keenam, sementara Veda berada di urutan kesembilan. Keunggulan Hakim berlanjut hingga sesi kualifikasi.

Hakim berhasil mengamankan posisi ketiga sehingga akan memulai balapan dari baris depan. Adapun Veda harus puas menempati posisi kedelapan.

Hasil tersebut membuat Hakim memiliki posisi start lebih menguntungkan dibandingkan Veda. Meski demikian, posisi start belum menentukan hasil akhir balapan.

Balapan utama Moto3 Malaysia 2026 pada Minggu (1/11/2026) akan menjadi kesempatan bagi keduanya untuk kembali bersaing. Veda harus berupaya mengejar pembalap-pembalap di depannya, termasuk Hakim yang memulai lomba dari posisi ketiga.

Veda juga memiliki modal dari sejumlah balapan sebelumnya. Dalam beberapa kesempatan sepanjang musim ini, dia pernah memulai balapan dari posisi di belakang Hakim, tetapi mampu finis lebih baik.

Situasi serupa berpeluang kembali terjadi di Malaysia. Karena itu, persaingan keduanya tidak hanya menarik dari sisi hasil kualifikasi, tetapi juga kemampuan menjaga ritme dan menentukan strategi selama balapan.

Dengan selisih hanya delapan poin di klasemen, hasil Moto3 Malaysia 2026 bisa memengaruhi persaingan Veda dan Hakim pada sisa musim ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online