Giorgio Chiellini Sebut Balotelli dan Felipe Melo Pemain Terburuk

Jumali
Jumali Sabtu, 31 Oktober 2026 22:37 WIB
Giorgio Chiellini Sebut Balotelli dan Felipe Melo Pemain Terburuk

Giorgio Chiellini/ Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Mantan bek Juventus dan Timnas Italia, Giorgio Chiellini, pernah melontarkan kritik keras kepada dua mantan rekan setimnya, Mario Balotelli dan Felipe Melo. Dalam autobiografinya berjudul Io Giorgio, Chiellini menyebut keduanya sebagai pemain yang paling sulit bekerja sama karena dinilai tidak menunjukkan rasa hormat kepada tim.

Pernyataan tersebut menjadi kontroversi karena Chiellini secara terbuka mengungkapkan penilaiannya terhadap Balotelli dan Melo. Padahal, sepanjang kariernya, Chiellini dikenal sebagai salah satu bek legendaris Italia dengan koleksi sembilan gelar Serie A dan gelar juara Eropa.

Kritik Chiellini kepada Balotelli dan Felipe Melo

Dalam autobiografinya, Chiellini mengungkapkan kekecewaan terhadap sikap Balotelli ketika keduanya berada dalam satu tim. Ia menilai penyerang asal Italia tersebut tidak memberikan kontribusi yang cukup bagi rekan-rekannya, termasuk ketika tampil pada Piala Konfederasi 2013 melawan Brasil.

"Saya benar-benar kecewa oleh dua pemain dan saya mengonfirmasi semua yang saya tulis di buku. Balotelli adalah orang yang negatif, tanpa rasa hormat kepada tim. Saat Piala Konfederasi melawan Brasil pada 2013, dia sama sekali tidak memberikan bantuan apa pun, dia benar-benar pantas ditampar," tulis Chiellini dalam autobiografinya, dikutip dari Give Me Sport, Sabtu (31/10/2026).

Chiellini juga tidak sepakat dengan anggapan yang menempatkan Balotelli sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Menurutnya, kualitas pemain tersebut bahkan tidak masuk dalam daftar 10 hingga 20 striker terbaik.

"Beberapa orang mengira dia termasuk dalam lima striker teratas di dunia, tetapi saya bahkan tidak pernah mempertimbangkannya masuk dalam 10 atau 20 besar," tambahnya.

Namun, Balotelli bukan satu-satunya pemain yang mendapat kritik tajam. Chiellini justru menyebut Felipe Melo sebagai sosok yang lebih sulit diajak bekerja sama.

"Namun, ada yang lebih buruk, Felipe Melo: benar-benar yang terburuk dari yang terburuk. Saya tidak bisa mentolerir orang yang tidak punya rasa hormat, mereka yang selalu ingin menjadi perlawanan. Bersamanya, situasi selalu berpotensi menjadi perkelahian. Saya juga mengatakan itu kepada direksi: dia adalah apel busuk," sambung Chiellini.

Chiellini Akui Pernyataannya Berlebihan

Kontroversi tersebut tidak berhenti setelah autobiografi Io Giorgio diterbitkan pada Mei 2020. Sekitar setahun kemudian, Chiellini mengakui bahwa pernyataannya mungkin telah melampaui batas.

Dalam sebuah acara siaran langsung televisi, ia menyampaikan penyesalan dan mengakui bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran baginya.

"Saya membuat kesalahan dan saya belajar darinya dan akan terus belajar dari kesalahan saya setiap hari," ujar Chiellini.

Chiellini juga disebut telah meluruskan hubungan dan meminta maaf kepada Balotelli. Namun, hubungan dengan Felipe Melo belum sepenuhnya membaik.

Melo membalas kritik tersebut dengan menyebut persoalan di antara mereka berawal dari insiden ketika keduanya bermain melawan Siena. Ia mengaku Chiellini memiliki masalah pribadi dengannya setelah kejadian tersebut.

"Dia hanya punya masalah dengan saya karena saya pernah menunduk/menyundul kepalanya saat kami bermain melawan Siena. Saya tidak pernah berbicara dengannya sejak saat itu dan dia menulis buku ini. Chiellini tidak pernah meminta maaf kepada saya, tapi itu tidak apa-apa, selama dia bertanggung jawab atas apa yang dia katakan," kata Melo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online