Apa Itu Gelombang Panas? BMKG Jelaskan Fenomena yang Landa Eropa
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Madura United (Bola.com)
ISC A 2016 sedang memasuki masa jeda pertandingan. Sejumlah pertandingan akan kembali dilanjutkan pada bulan Ramadan. Madura United, salah satu kontestan ISC A berencana memangkas jam latihan pada bulan tersebut.
Harianjogja.com, PAMEKASAN-- Pelatih Madura United FC, Gomes de Oliviera mengatakan menerapkan kebijakan khusus untuk para pemainnya selama bulan Ramadan. Ia menyatakan bakal memangkas jam latihan tim.
Menurut pria asal Brasil tersebut, langkah ini diambil karena mayoritas pemain klub menjalani puasa. Oleh karena itu, Gomes ingin para pemain Madura United bisa fokus beribadah.
"Sebagian pemain pasti berpuasa, jadi kami perlu menghormatinya. Jadwal latihan akan kami buat lebih pendek," katanya, dikutip dari laman Goal.com, Rabu (1/6/2016).
Lebih lanjut, Gomes tidak khawatir pemotongan jam latihan tersebut memengaruhi performa timnya dalam pertandingan ISC A 2016. Ia menilai bahwa anak asuhnya sudah solid.
"Paling penting adalah pemain menjaga kondisi fisiknya. Soal strategi tidak ada masalah sama sekali buat kami," tuturnya.
Saat ini Madura United berada di posisi ketujuh klasemen sementara ISC. Fabiano Beltrame dan kawan-kawan mengemas 8 poin dari lima kali bermain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Harga Minyakita tetap Rp15.700 per liter meski CPO naik, pemerintah prioritaskan daya beli masyarakat.
Bantul tetapkan siaga darurat kekeringan hingga September, dampak El Nino mulai terasa.
KPK minta Bupati Kuansing dan Sekda menyerahkan diri usai OTT, 10 orang diamankan.
Modus sewa ilegal TKD Condongcatur terbongkar, 17 penyewa setor Rp1,3 miliar, negara rugi Rp1,7 miliar.
Eks pegawai bank di Banyumas jadi tersangka pemalsuan surat dan penipuan Rp25 miliar, korban lebih dari 100 orang.