Belum Dapat Kerja? Ini Strategi Mengatur Uang agar Tidak Cepat Habis
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Kejutan besar mengguncang panggung Piala Dunia 2026. Dua raksasa sepak bola Eropa, Jerman dan Belanda, harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat seusai takluk dalam drama adu penalti di babak 32 besar, Selasa (30/6/2026) WIB.
Hasil ini menjadi sorotan tajam karena keduanya dikenal sebagai tim yang mengandalkan dominasi penguasaan bola sebagai kunci kemenangan. Namun, status unggulan ternyata tidak lagi menjadi jaminan di turnamen tahun ini.
Jerman, sang juara dunia empat kali, dipaksa menyerah 3-4 dalam adu penalti oleh Paraguay seusai bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Tak berselang lama, Belanda menyusul dengan kekalahan 2-3 dari Maroko, juga lewat adu penalti dengan skor serupa 1-1 selama 120 menit.
Penguasaan Bola yang Sia-sia
Kegagalan kedua tim menegaskan bahwa dominasi bola tidak selalu berujung manis. Jerman tampil sangat dominan saat menghadapi Paraguay, namun mereka kesulitan menembus pertahanan lawan yang disiplin. Bahkan, gol Jonathan Tah pada babak tambahan dianulir oleh VAR akibat pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill.
Nasib tak jauh berbeda dialami Belanda. Sempat unggul melalui gol Cody Gakpo menit ke-72, kemenangan mereka buyar di masa injury time seusai Issa Diop menyamakan kedudukan, memaksa laga berlanjut ke adu penalti.
Pahlawan di Bawah Mistar
Penampilan penjaga gawang menjadi penentu krusial dalam drama ini. Kiper Paraguay, Orlando Gill, tampil gemilang dengan menepis dua tendangan penalti Jerman, sebelum José Canale memastikan kemenangan.
Di laga lain, Yassine Bounou dari Maroko membuktikan reputasinya sebagai spesialis penalti. Ia sukses membendung eksekusi Crysencio Summerville, yang kemudian disusul oleh gol penentu dari Ismael Saibari.
Efektivitas menjadi pembeda utama. Meskipun menguasai pertandingan, Jerman dan Belanda gagal mengonversi dominasi menjadi gol tambahan. Jerman gagal dalam tiga dari enam penalti, sementara Belanda kehilangan momentum di saat kritis.
Mentalitas Tim Non-Unggulan
Paraguay dan Maroko menunjukkan organisasi permainan yang luar biasa. Mereka memanfaatkan setiap peluang dengan efisien dan menunjukkan ketenangan mental superior di momen adu penalti.
Fenomena ini membuktikan bahwa tim non-unggulan kini mampu bersaing sejajar dengan tim elite lewat strategi matang dan mentalitas kuat. Paraguay selanjutnya akan menantang pemenang antara Prancis melawan Swedia, sementara Maroko akan berjumpa Kanada di babak 16 besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.
iPhone 18 dirumorkan membawa RAM 12GB dan Dynamic Island lebih kecil, dua fitur yang selama ini identik dengan model Pro.
Lionel Messi disebut belum sepenuhnya pulih setelah ayahnya meninggal dunia. Inter Miami memilih memberi ruang dan dukungan untuk sang bintang.
Lisa BLACKPINK menyampaikan permintaan maaf kepada BLINK setelah kontroversi perayaan 10 tahun debut BLACKPINK memicu kekecewaan penggemar.
Terlalu sering scroll media sosial dapat mengganggu konsentrasi, tidur, produktivitas, hingga kesehatan mental. Simak 13 dampaknya.
Peluang Gianni Infantino lengser dari kursi Presiden FIFA turun menjadi 21% setelah mendapat dukungan dari Donald Trump dan sejumlah federasi sepak bola.