Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Bayu Pradana (kiri) dan Luis Milla (kanan) dalam jumpa pers di Hotel Alana, Sleman, Senin (12/6/2017). (JIBI/Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan)
Dukungan fanatik itulah yang diperlukan Timnas Indonesia
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, mengaku membutuhkan kefanatikan suporter PSS Sleman dalam laga Indonesia melawan Puerto Rico di Stadion Maguwoharjo, Selasa (13/6/2017).
“Saya sudah dengar bagaimana suporter di Sleman begitu fanatik. Dukungan fanatik itulah yang diperlukan Timnas Indonesia. Kami [skuat Indonesia] akan memberikan pertandingan yang bagus,” ungkapnya dalam jumpa pers di Hotel Alana, Sleman, Senin (12/6/2017).
Milla mengaku publik perlu menyaksikan bagaimana dirinya membangun skuat timnas yang sekarang ini terus berkembang. Apalagi, skuat yang akan main melawan Puerto Rico bermaterikan pemain muda ditambah bimbingan beberapa pemain senior.
Hal itu diakui gelandang timnas, Bayu Pradana. Menurut dia, skuat muda yang akan menjadi penggawa Indonesia U-22 dalam kualifikasi AFC maupun SEA Games memiliki perkembangan yang bagus. “Pelatih memiliki kualitas dan pemain muda, perkembangannya bagus,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.