Insiden saat Arif Yulianto bertabrakan dengan kiper Persik Kendal akhir pekan lalu / IG : psimjogja_official
Harianjogja.com, JOGJA -- PSIM Jogja akhirnya memboyong sebanyak 18 pemain ke Madura, Selasa (24/4/2018). Mereka bertolak dari Wisma PSIM menuju Madura guna menghadapi laga perdana melawan tuan rumah Madura FC, di Stadion Ahmad Yani, Sumenep, Madura, Kamis (26/4) mendatang. Pada laga perdana kali ini, Laskar Mataram bertekad mampu mencuri poin dari kandang Laskar Sape Pote ini.
Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengatakan, pada laga perdana pihaknya tidak ingin pulang dengan tangan kosong. Bermodal motivasi tinggi, ia optimistis Hendika Arga Permana dan kawan-kawan mampu meraih poin di Madura.
"Semua sudah kami persiapkan. Kami ingin meraih poin di laga perdana kali ini," ujar Erwan, Selasa (24/4/2018).
Meski demikian, Erwan mengakui bahwa lawan kali ini yakni Madura FC tidak banyak diketahui kekuatannya. Namun, berbekal dengan kebiasaan PSIM yang biasa bermain di Grup Timur, maka dipastikan permainan dari tim asal Pulau Madura ini akan sama dengan tim Jawa Timur.
"Tipenya mungkin hampir sama dengan tim Jawa Timur lainnya yakni cepat dan keras. Saya rasa anak-anak sudah tahu masalah ini," terangnya.
Adapun kedelapan belas pemain yang dibawa PSIM pada lawatan kali ini adalah dua penjaga gawang Ivan Febrianto dan Ritonga.Riskal Susanto, Ayub Antoh, Edo Pratama, Fandy Edy, Arifin, Nanda Bagus, Crah Angger di posisi lini belakang. Sedangkan di lini tengah ada Raymond Tauntu, Pratama Gilang, Hendika Arga, Fachri Muslim, Chandra Lukmana, dan M. Rifky. Untuk lini depan, PSIM akan mengandalkan keberadaan Tinton Suharto, Ismail Haris, dan Hendri Satriadi.
Sementara Pelatih Madura FC Salahudin mengatakan pada laga perdana kali ini pihaknya menargetkan meraih poin penuh atas PSIM Jogja. Sejumlah persiapan telah dilakukan jelang menjamu tim Laskar maaram.
Meski belum tahu mengenai kekuatan PSIM pada musim ini, namun dirinya memperkirakan ermainan Laskar Mataram akan sama. Sebab, pelatih yang menangani PSIM tidak mengalami perubahan.
"Saya sudah tahu bagaimana karakter permainan coach Erwan [Erwan Hendarwanto]. Kami pernah bertemu di ISC B 2016 lalu, dan jika pun ada perubahan komposisi pemain, kemungkinan permainan akan mirip seperti yang dulu," kata Salahudin.
Oleh karena itu, menurut mantan pemain timnas U-23 dan mantan pemain PSS Sleman era 2002/2003 ini, saat ini dirinya memilih untuk mematangkan permainan jelang menghadapi laga perdana. Sebab, diakui oleh pria kelahiran Palembang 30 Januari 1970, laga perdana selalu menjadi laga sulit bagi setiap pemain.
"Untuk itu kami tata mental mereka kembali. Kami main kandang dan jangan sampai over convident. Anak-anak harus enjoy menghadapi pertandingan perdana," ungkap Salahudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.