Warga Kelas Menengah Menyusut dan Daya Beli Kian Tertekan, Ini Penyebabnya
Sebanyak 1,2 juta warga Indonesia turun dari kelas menengah pada 2025. Simak penyebab, data terbaru, dan tanda tekanan finansial.
Pertandingan PSMS vs Persib /Screenshoot
Harianjogja.com, MEDAN -- Manajemen PSMS Medan mendepak Sadney Urikhob dari tim setelah pemain asal Namibia tersebut dinilai tidak mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pemain asing yang dibutuhkan tim selama menjalani Liga I Indonesia 2018.
Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Doddy Thahir, di Medan, Rabu (6/6/2018), mengatakan keputusan mencoret pemain yang selama ini berposisi sebagai striker PSMS tidak kunjung menampilkan performa terbaik, bahkan hingga laga ke-13 Liga I Indonesia Sadney baru mencetak satu gol.
Selain Sadney, manajemen juga akan melakukan evaluasi sejumlah pemain lainnya yang dinilai selama ini tidak mampu memberikan kontribusi buat tim "Bukan saja Sadney. Menjelang putaran pertama berakhir kita juga akan melakukan evaluasi para pemain yang tidak memiliki kontribusi. Ini kita lakukan semata-mata demi kebaikan PSMS," katanya.
Sementara pelatih PSMS Djajang Nurdjaman mengatakan penampilan yang kurang memuaskan dari Sadney Urikhob membuat manajemen memutus kontraknya.
"Yang jelas dia tidak bisa memberikan kontribusi positif buat tim. Ditunggu-tunggu tapi tidak bisa juga. Jadi artinya memang harus dievaluasi, dan kita berani untuk mengganti dengan lebih baik yang bisa membantu tim," katanya.
Djadjang mengharapkan sosok pengganti Sadney Urikhob adalah pemain yang mampu mengatasi permasalahan di lini depan Ayam Kinantan, yang penggantinya sosok legiun asing.
"Kita cari posisi striker yang haus gol karena Sadney mandul," kata mantan pelatih Persib bandung itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 1,2 juta warga Indonesia turun dari kelas menengah pada 2025. Simak penyebab, data terbaru, dan tanda tekanan finansial.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dan 32 provinsi menyerap 97.000 tenaga kerja lokal dengan daya tampung 122.000 siswa.
Pieter Huistra mengaku telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Borneo FC jelang laga PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.
Eko Suwanto mendorong integrasi APBD se-DIY untuk menekan kemiskinan, mengatasi pengangguran, dan memperluas lapangan kerja.