Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak bersama pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro berfoto bersama jelang Derbi DIY / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan kandang PSS Sleman menyatakan belum bisa mengambil sikap atau menyusun rencana terkait dengan pelaksanaan laga pekan ke-21 antara PSS Sleman melawan PSIM Jogja, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (10/10/2018) sore.
Hal ini dilakukan karena Panpel PSS masih menunggu hasil keputusan dari kepolisian setempat usai pertemuan suporter antara kedua kesebelasan di Mapolda DIY, Senin (8/10/2018) siang pukul 13.00 WIB. Pertemuan sendiri digelar sebagai penciptaan kondisi jelang digelarnya derby DIY.
"Kami belum bisa melangkah apa-apa. Karena semua tergantung pertemuan besok siang di Polda DIY," kata Ketua Panpel Jaguar Tominangi, kepada Harianjogja.com, Minggu (7/10/2018).
Oleh karena itu, pria yang akrab dipanggil Jenggo tersebut menilai pertemuan antarsuporter kedua kesebelasan dengan pihak kepolisian akan menjadi titik awal bagi pihaknya untuk melangkah. Sebab, dari pertemuan tersebut akan didapatkan kesepakatan dan keputusan terkait dengan pelaksanaan derby DIY dengan penonton atau tanpa penonton.
"Termasuk apakah nantinya harus memindahkan lokasi. Semua tergantung keputusan dari pertemuan tersebut. Untuk itu kami baru akan melangkah jika sudah ada keputusan dari pihak kepolisian," terangnya.
Meski demikian, Jenggo menambahkan, sejatinya pihaknya tetap berkeinginan agar pertandingan bisa digelar dengan penonton. Sebab, keberadaan penonton tentu akan memberikan motivasi para pemain di lapangan dan menjadi pemasukan bagi tim.
Jenggo mengakui jika pertemuan antara PSS dengan PSIM pada pertandingan kali ini sejatinya tidak akan berpengaruh banyak terhadap kedua tim. Sebab, PSIM Jogja sudah pasti bertahan di Liga 2 dan PSS Sleman sudah memastikan satu tiket ke babak 8 besar.
Namun, ada pertimbangan khusus terkait dengan ekses, jika pertemuan keduanya digelar dengan penonton. Utamanya adalah untuk kedua kesebelasan baik PSIM maupun PSS Sleman.
Kendati demikian, Jenggo akan menyerahkan persoalan tersebut kepada kepolisian dan hasil pertemuan yang digelar besok siang. Apapun hasil dari pertemuan tersebut harus dihormati dan dilaksanakan.
"Apapun keputusannya, akan kami laksanakan. Meski waktu mungkin akan sangat mepet, namun kami harus siap," ucapnya.
Jenggo berharap, jika nantinya laga dihelat dengan penonton, diharapkan keputusan tersebut juga dipatuhi oleh sejumlah pihak. Panpel sendiri memiliki gambaran, jika nantinya kepolisian memberikan izin pertandingan dengan penonton dan sesuai kesepakatan awal memberikan kuota 30 orang penonton dari tim tamu, maka tiket pertandingan derby akan dijual presale. Langkah ini untuk mencegah adanya kejadian yang tidak diinginkan dan mengganggu kondusifitas.
"Itu sedang kami pikirkan. Saat ini hal paling penting adalah menunggu hasil keputusan dari pertemuan besok. Karena akan menjadi pijakan bagi kami untuk melangkah," ucap Jenggo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest