PKS Berkontribusi Memajukan Peradaban Dunia jika Kadernya Jadi Presiden
Partai Keadilan Sejahtera atau PKS ingin berkonstribusi lebih besar untuk Indonesia.
Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, berusaha mengembalikan suttlecock ke arah pasangan Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, pada final ganda putra bulu tangkis Asian Games 2018 di Istora Senayan Jakarta, Selasa (28/8). Kevin Sanjaya/Marcus Gideon menang dan mendapatkan medali emas dengan skor 21-13, 18-21, 24-22./JIBI-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA – Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Rian Ardianto gagal menuai prestasi apik dalam turnamen-turnamen BWF World Tour, semenjak meraih medali perak Asian Games 2018,
Fajar/Rian alias Fajri tercatat hanya mampu melangkah ke perempatfinal Japan Open 2018 dan perdelapan final China Open 2018. Capaian itu pun mempengaruhi poin keduanya pada pemeringkatan BWF World Tour.
Berdasarkan rilis terbaru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pekan ke-42, Kamis (18/10/2018), Fajri berada di rangking enam dengan mengoleksi 49.170 poin. Padahal, hingga pekan ke-38 atau 27 September, pasangan itu masih menempel Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon di peringkat dua.
Posisi Fajri dua pekan ke depan dipastikan akan terus melorot karena tidak mengikuti Denmark Open dan French Open 2018. Ganda nomor dua Indonesia itu batal tampil di Eropa setelah Fajar memutuskan kembali ke Tanah Air untuk menjengkuk keluarganya yang sakit.
Rangking Fajri malah bisa terdegradasi atau keluar dari Top 8 mengingat sejumlah ganda di bawahnya masih bertahan di perempatfinal Denmark Open. Mereka adalah Han Chengkai/Zhou Haodong (peringkat tujuh) asal China, Takuto Inoue/Yuki Kaneko (peringkat 10) dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (peringkat 13) asal Jepang, hingga Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (peringkat 15).
Selisih Fajri dengan Ahsan/Hendra yang berperingkat 15 dunia saja hanya 7.410 poin (lihat grafis). Artinya, jika Ahsan/Hendra masuk semifinal, sehingga mendapatkan 7.700 poin, posisi juniornya itu akan terkudeta.
Sebagaimana diketahui, poin dari pencapaian di turnamen-turnamen BWF World Tour akan terakumulasi pada akhir tahun sebagai syarat mengikuti BWF World Tour Finals 2018 yang berlangsung pada 12-16 Desember 2018 di Guangzhou, China.
BWF World Tour Finals 2018 adalah turnamen puncak sekaligus penutup dari 26 kejuaraan bulu tangkis BWF World Tour. Hanya delapan pemain top baik di nomor tunggal maupun ganda yang dapat mengikuti BWF World Tour Finals 2018.
Seandainya berhasil mempertahankan Top 8, turnamen puncak di Guangzhou akan menjadi kesempatan pertama bagi Fajri. Selain itu, pasangan Pelatnas Cipayung tersebut bisa menemani Kevin/Marcus yang hampir pasti mengamankan tiket ke Guangzhou.
Mau tidak mau Fajri harus mengikuti turnamen BWF World Tour tersisa dan tampil moncer. PBSI telah mendaftarkan Fajri ke Fuzhou China Open 2018 pada 6-11 November.
Setelah itu masih ada Hong Kong Open, Syed Modi International Badminton Championships, dan Korea Masters untuk mendulang poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/BisnisIndonesia
Partai Keadilan Sejahtera atau PKS ingin berkonstribusi lebih besar untuk Indonesia.
Simak cara menyalakan genset saat listrik padam dengan aman agar terhindar dari korsleting dan kerusakan mesin.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Timnas Indonesia umumkan 44 pemain untuk FIFA Matchday Juni 2026. Cek daftar lengkap skuad vs Oman dan Mozambik.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.