FAO: Blokade Hormuz Mengancam Produksi dan Distribusi Pangan Global
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Harianjogja.com, JAKARTA - Proyek Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura yang akan digunakan sebagai arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020 sudah mencapai 80 persen.
"Kami optimis, pembangunan Stadion Papua Bangkit akan selesai pada akhir tahun ini karena progresnya sudah mendapai 80 persen," kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Rabu.
Menurut Lukas, para pekerja yang berjumlah kurang lebih 950 orang ini membangun Stadion Papua Bangkit dengan bekerja lembur setiap harinya.
"Sehingga pada akhir Desember 2018, pembangunannya dapat diselesaikan dan awal 2019 dapat dilakukan proses pembuatan lintasan lari," ujarnya.
Dia menjelaskan, semua peralatan seperti kursi dan lain sebagainya sudah ada di Jayapura, tinggal dipasang sehingga pihaknya optimis pembangunan Stadion Papua Bangkit dapat selesai tepat pada waktunya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) setempat menganggarkan Rp1,3 triliun untuk pembangunan Stadion Utama PON XX di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.
Pembangunan stadion utama tersebut menelan anggaran sebesar Rp1,3 triliun, dengan jangka waktu yakni satu tahun setengah.
Anggaran stadion tersebut terdiri dari dua komponen, yakni untuk membiayai konsultan dan infrastruktur, sehingga kontrak senilai Rp1,3 triliun, dipotong pajak PPH dan PPN sekitar Rp1 miliar lebih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
BPOM menyebut sekitar 31 ribu sumber daya hayati Indonesia berpotensi menjadi produk kesehatan berbasis alam dan perlu hilirisasi riset.
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.