3,4 Ton Merkuri Disamarkan dalam Keramik, Ekspor Ilegal Digagalkan
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Bek Korea Selatan Jang Hyun-soo (kiri) saat timnya mengalahkan Jerman 2 - 0 di Piala Dunia 2018./Reuters-Pilar Olivares
Harianjogja.com, JOGJA – Bek Timnas Korea Selatan Jang Hyun-soo dilarang memperkuat Timnas Korea Selaran seumur hidup dan denda 30 juta won (Rp401,5 juta) karena terbukti memalsukan riwayat pembebasan wajib militernya.
Semua pria di Korsel yang sehat diwajibkan untuk mengikuti wajib militer (wamil) selama dua tahun. Wamil adalah bentuk pertahanan nasional Korsel atas tekanan militer Korea Utara.
Seorang atlet bisa mendapatkan pembebasan wamil apabila dia memenangi medali emas Olimpiade atau Asian Games. Namun, atlet harus menjalani pelatihan dasar militer selama sebulan dan pelayanan masyarakat selama 500 jam dalam tiga tahun untuk memenuhi persyaratan bebas wajib militer. Jang memenangi medali emas sepak bola Asian Games 2014 sehingga dia bebas wajib militer dua tahun.
Sayangnya, bek berusia 27 tahun ini menyerahkan data palsu atas jangka waktu pelayanan masyarakat yang dilaksanakannya.
Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) pada Kamis (1/11/2018) memutuskan sanksi yang akan dikenakan kepada Jang, yakni melarangnya bermain untuk Timnas Korea Selatan seumur hidup. Jang kini merumput di J1-League bersama FC Tokyo. Dia tampil 58 kali dan mencetak tiga gol untuk Taeguk Warriors sejak memulai debutnya pada 2013.
Jang menjadi bagian dari skuat Negeri Ginseng ketika bertarung di Piala Dunia 2018 di Rusia pada Juni - Juli lalu dan dia bermain dalam tiga pertandingan Korsel, termasuk menaklukkan Jerman 2 - 0.
“Jang didiskualifikasi secara permanen dari timnas dan dikenakan denda 30 juta won,” kata juru bicara KFA.
Kementerian Olahraga Korsel juga mengenakan sanksi berupa pelayanan masyarakat selama lima hari.
Jang telah meminta maaf pada Senin (29/10/2018) dan menyatakan akan menjalani pelayanan masyarakat yang telah ditetapkan.
“Saya meminta maaf karena telah mengecewakan semua orang karena tindakan saya yang memalukan ini,” kata Jang seperti yang dikutip dalam laman KFA.
Kebijakan pembebasan wamil banyak diperbincangkan selama beberapa bulan terakhir. Kebijakan itu dimulai pada dekade 1970-an sebagai upaya dari pemerintah untuk mendorong Korsel menjadi kekuatan besar dalam dunia olahraga, tetapi kebijakan itu banyak dikritik selama beberapa tahun terakhir seiring dengan pergeseran kepentingan nasional negara tersebut.
Beberapa pihak menyatakan bahwa kebijakan wamil sebaiknya dihapuskan karena dipandang tidak adil dan mempertegas ketimpangan dalam masyarakat Korea Selatan.
Para pemain Korsel yang membawa negaranya meraih medali emas di Asian Games 2018 di Indonesia pada September lalu, termasuk pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min, adalah atlet-atlet terakhir yang mendapatkan pembebasan wamil dari pemerintahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Survei LKPI mencatat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3% pada semester I 2026.
Program Listrik Desa ditargetkan diluncurkan pada Agustus 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut jadwal peresmian masih difinalisasi.
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Qatar akan mengirim delegasi seni ke Jogja pada Desember 2026 untuk memperingati 50 tahun hubungan Indonesia-Qatar sekaligus membahas kerja sama budaya
BPS mencatat kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,45 juta hingga Juni 2026, menjadi capaian tertinggi sejak 2020.