Dua Wakil Indonesia Lolos, Drama Warnai Kualifikasi Malaysia Masters
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Penyerang PSIM Jogja Ismail Haris saat membela timnya melawan Mojokerto Putra di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (1/5/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA - Kerja sama antara PSIM Jogja dengan aparel asal Spanyol Kelme kemungkinann besar akan berakhir pada kompetisi Liga 2 2019 mendatang. Hal ini menyusul besarnya desakan dari suporter dan pecinta Laskar Mataram yang menginginkan adanya penyegaran dalam hal pasokan kebutuhan jersey di musim depan.
"Memang banyak pihak yang minta adanya ganti suasana. Di samping itu, kami juga melakukan evaluasi terkait dengan kerja sama dengan mereka pada musim 2018 lalu. Di mana ada banyak hal yang belum dipenuhi oleh Kelme. Namun, untuk kepastian kami masih menunggu rapat dengan jajaran manajemen yang lainnya," kata Manajer Keuangan PSIM Jogja Beni Purwoko kepada Harianjogja.com, Kamis (20/12/2018).
Beni mengungkapkan, jika nantinya dari hasil rapat tersebut diputuskan untuk tidak memperpanjang kerja sama dengan Kelme, maka dipastikan manajemen PSIM akan bergerak cepat untuk mengatasi perihal pihak yang akan mensuport aparel Laskar Mataram di musim depan. Sedikitnya ada dua aparel yang kini sudah melakukan komunikasi dengan manajemen terkait keinginan untuk menjalin kerja sama dalam hal penyediaan kebutuhan jersey musim depan. Salah satunya adalah Mizuno.
"Kalau yang itu [Mizuno] mungkin komunikasi dengan Ketum [Agung Damar Kusumandaru] langsung. Untuk yang pernah komunikasi dengan saya adalah produsen lokal asal Bandung, untuk namanya saya agak lupa," terang Beni.
Sejatinya kerja sama antara PSIM Jogja dengan Kelme pada Liga 2 2018 adalah kerja sama tahun ketiga. Sebelumnya, Direktur Bisnis dan Marketing Kelme Sony Agus Santoso mengaku telah mendengarkan keluhan suporter. Mereka merasa keberatan dengan harga jersey PSIM yang dinilai memberatkan kantung pendung tim.
Alhasil, pada penandatanganan kerja sama antara PSIM Jogja dengan Kelme pada Rabu (28/3/2018), Sony menyatakan jika harga jersey diturunkan. Jika pada 2017, harga jersey orisinal PSIM mencapai Rp400.000, sedangkan untuk replikanya sebesar Rp250.000. Maka Kelme menurunkan harga jersey sehingga terjangkau suporter. Untuk jersey orisinal dihargai Rp300.000. Adapun replikanya dipatok Rp150.000.
“Tanpa mengurangi kualitas, kami menurunkan harga jersey. Ini memungkinkan karena kami akan mencetak lebih banyak jersey. Semakin banyak jersey yang dicetak, maka harganya makin turun sehingga kami bisa menurunkan harga jual ke suporter,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.