3 Cara ChatGPT Work Bantu UMKM Atur Prioritas, Konten, hingga Laporan
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Penyerang PSIM Jogja Ismail Haris saat membela timnya melawan Mojokerto Putra di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (1/5/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA - Kerja sama antara PSIM Jogja dengan aparel asal Spanyol Kelme kemungkinann besar akan berakhir pada kompetisi Liga 2 2019 mendatang. Hal ini menyusul besarnya desakan dari suporter dan pecinta Laskar Mataram yang menginginkan adanya penyegaran dalam hal pasokan kebutuhan jersey di musim depan.
"Memang banyak pihak yang minta adanya ganti suasana. Di samping itu, kami juga melakukan evaluasi terkait dengan kerja sama dengan mereka pada musim 2018 lalu. Di mana ada banyak hal yang belum dipenuhi oleh Kelme. Namun, untuk kepastian kami masih menunggu rapat dengan jajaran manajemen yang lainnya," kata Manajer Keuangan PSIM Jogja Beni Purwoko kepada Harianjogja.com, Kamis (20/12/2018).
Beni mengungkapkan, jika nantinya dari hasil rapat tersebut diputuskan untuk tidak memperpanjang kerja sama dengan Kelme, maka dipastikan manajemen PSIM akan bergerak cepat untuk mengatasi perihal pihak yang akan mensuport aparel Laskar Mataram di musim depan. Sedikitnya ada dua aparel yang kini sudah melakukan komunikasi dengan manajemen terkait keinginan untuk menjalin kerja sama dalam hal penyediaan kebutuhan jersey musim depan. Salah satunya adalah Mizuno.
"Kalau yang itu [Mizuno] mungkin komunikasi dengan Ketum [Agung Damar Kusumandaru] langsung. Untuk yang pernah komunikasi dengan saya adalah produsen lokal asal Bandung, untuk namanya saya agak lupa," terang Beni.
Sejatinya kerja sama antara PSIM Jogja dengan Kelme pada Liga 2 2018 adalah kerja sama tahun ketiga. Sebelumnya, Direktur Bisnis dan Marketing Kelme Sony Agus Santoso mengaku telah mendengarkan keluhan suporter. Mereka merasa keberatan dengan harga jersey PSIM yang dinilai memberatkan kantung pendung tim.
Alhasil, pada penandatanganan kerja sama antara PSIM Jogja dengan Kelme pada Rabu (28/3/2018), Sony menyatakan jika harga jersey diturunkan. Jika pada 2017, harga jersey orisinal PSIM mencapai Rp400.000, sedangkan untuk replikanya sebesar Rp250.000. Maka Kelme menurunkan harga jersey sehingga terjangkau suporter. Untuk jersey orisinal dihargai Rp300.000. Adapun replikanya dipatok Rp150.000.
“Tanpa mengurangi kualitas, kami menurunkan harga jersey. Ini memungkinkan karena kami akan mencetak lebih banyak jersey. Semakin banyak jersey yang dicetak, maka harganya makin turun sehingga kami bisa menurunkan harga jual ke suporter,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.