Christian Pulisic, dibeli Chelsea di tranfer musim dingin 2019 dan baru bisa didatangkan musim panas nanti./Reuters-Timo Schmuelgen
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa transfer musim dingin liga-liga Eropa resmi ditutup, Kamis (31/1) waktu setempat. Ada beberapa klub yang agresif dalam bursa transfer Januari ini. Namun, ada pula klub yang adem ayem meski semula dispekulasikan bakal menggaet bintang-bintang besar.
Dari pergerakan transfer yang dimulai awal Januari hingga 31 Januari kemarin, akad pinjaman menjadi sangat mencolok. Hal ini semakin mengesahkan bahwa bursa transfer musim dingin merupakan masa meminjam pemain, bukan membeli pemain.
Data The Guardian menunjukkan hanya 37 dari 178 pemain yang meninggalkan Inggris dengan status permanen pada Januari 2018. Sisanya, alias 141 pemain, berstatus pinjaman alias loan. Sedangkan dalam penelurusan Transfermarkt, Jumat (1/2/2019), sekitar 80 dari 129 aktivitas transfer pemain (transfer masuk maupun keluar), bertatus pinjaman.
Chelsea menjadi salah satu tim yang doyan pinjam meminjam pemain. Tim besutan Maurizio Sarri ini meminjam Gonzalo Higuain dari AC Milan. Padahal status Pipita merupakan pemain pinjaman dari Juventus selama berada di Milan.
Kasus sangat unik terlihat dalam transfer Christian Pulisic. Chelsea membeli Pulisic dengan harga 64 juta euro (Rp1,02 triliun) dari Borussia Dortmund. Itu menjadikannya sebagai pemain termahal di bursa transfer Januari ini. Namun, Chelsea kemudian meminjamkan kembali Pulisic ke Dortmund, sebelum mereka akan menariknya kembali pada musim panas nanti.
Khusus pada Deadline Day, Kamis kemarin, aktivitas loan bahkan sangat dominan di transfer liga-liga top Eropa. Sebanyak 17 dari 24 transfer pemain alias 70 persen merupakan pemain pinjaman. Misalnya Denis Suarez (Barcelona ke Arsenal), Adrien Silva (Leicester City ke Monaco), hingga Michy Batshuayi (Valencia ke Chelsea dan Chelsea ke Crystal Palace).
Tentu ada alasan kenapa klub-klub tersebut lebih senang menggaet pemain dengan status pinjaman atau mendepak mereka dengan temporal. Bisa jadi, klub tersebut tidak ingin rugi apabila pemain tersebut nantinya gagal bersinar (flop). Istilahnya, mereka lebih suka menjajal para pemain itu sebelum dipermanenkan. Alasan lainnya, klub bisa jadi belum cukup uang untuk membeli pemain tersebut atau pemain itu masih dibutuhkan klub lamanya.
Meski demikian, aktivitas pinjam-meminjam pemain saat bursa transfer tidak dibiarkan begitu saja. Ada aturannya. Khususnya di Liga Premier, aturannya lebih ketat. Hanya satu pemain dari klub yang sama yang bisa dipinjamkan pada satu periode bursa transfer. Satu klub juga maksimal hanya bisa meminjam dua pemain dari klub sesama Liga Premier. Cuma, tidak ada batasannya bagi pemain pinjaman masuk atau keluar untuk skala internasional (di luar Inggris).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos