Strategi Jitu Antar Antonelli Perlebar Jarak di Klasemen F1
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
CEO PT PSS yang baru Viola Kurniawati (jaket putih)/Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN—Keputusan mengejutkan diambil CEO PT Putra Sleman Sembada (PSS) Soekeno sepekan jelang kick off Liga 1 2019. Soekeno meletakkan jabatan sebagai CEO dan menunjuk Viola Kurniawati sebagai CEO PT PSS yang baru.
Viola mulai terlihat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (7/5/2019) sore. Mantan Media Officer Persija Jakarta dan Executive Assistant & Legal Manager di Liga Indonesia Baru ini dengan cermat menyaksikan latihan skuat asuhan Seto Nurdiyantoro. Kendati demikian, mantan Editor in Chief Msports.net dan Departemen Kompetisi PSSI ini enggan berbicara banyak terkait dengan kehadirannya di latihan PSS Sleman.
Kepada harianjogja.com, Soekeno mengaku mundur demi kebaikan PSS.
“Beliau [Viola Kurniawati] menggantikan posisi saya. Alasannya, beliau lebih tahu soal bola. Biarlah, saya mundur dan duduk di jajaran komisaris PT untuk mengawasi kinerjanya,” kata Soekeno.
“Saya berharap dengan masuknya beliau, PSS Sleman bisa lebih profesional dan lebih baik ke depan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman