Advertisement
INDONESIA VS ARAB SAUDI: Inilah Penyebab Kekalahan Timnas
Advertisement
[caption id="attachment_390595" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/03/24/indonesia-vs-arab-saudi-inilah-penyebab-kekalahan-timnas-390594/bisnis_timnas-vs-arab14" rel="attachment wp-att-390595">http://images.harianjogja.com/2013/03/BISNIS_TIMNAS-VS-ARAB14-370x227.jpg" alt="" width="370" height="227" /> TIMNAS KALAH: Pemain Timnas Indonesia Greg Nwokolo (kanan) berebut bola dengan pemain Tim Arab Saudi Saud Ali M Kariri (kedua kanan) pada laga Grup C Pra Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (23/3) malam. Timnas Indonesia dikalahkan Tim Arab Saudi dengan skor 1-2. Bisnis/Dwi Prasetya[/caption]
Advertisement
JAKARTA— Pelatih tim nasional Rahmad Darmawan menilai pemainnya kurang percaya diri saat menghadapi Arab Saudi pada Pra Piala Asia 2015 Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu sehingga harus menyerah 1-2.
Menurut dia, kurang percaya dirinya pemain ini bukan tanpa alasan. Pelatih Indonesia itu menegaskan pemain kurang percaya diri karena kurang menjalani pertandingan uji coba internasional sebelum laga resmi berlangsung.
“Di babak pertama, jujur pemain kurang percaya diri. Tapi kami ucapkan selamat kepada pemain yang berusaha keras memberikan kemampuan terbaiknya,” kata Rahmad Darmawan usai pertandingan, Sabtu (23/3/2013).
Menurut dia, dengan adanya motivasi yang cukup saat jeda pertandingan, pemain mulai menunjukkan peningkatkan dalam berkreasi di lapangan. Banyak peluang tercipta namun lawan lebih beruntung karena mampu menciptakan gol kemenangan.
Setelah tertinggal 1-2, kata dia, ternyata Sergio van Dijk dan kawan-kawan mampu bangkit. Hanya saja serangan yang dibangun banyak yang dimentahkan oleh barisan pertahanan tim yang diasuh Juan Ramon Lopez Caro itu.
“Secara umum kami terlambat mengambil inisiatif. Tapi ini adalah risiko permainan. Selamat pada tim Arab Saudi. Mereka memang layak mendapatkan kemenangan,” kata pelatih yang akrab dipanggil RD itu.
Mantan pelatih Sriwijaya FC itu mengaku sebenarnya pihaknya telah menginstruksi kepada pemain untuk terus mengawal pergerakan pemain nomor delapan yaitu Yahia Ashehri dan pemain nomor 10 Nawaf Shaker.
Kedua pemain ini, kata dia, pergerakannya sangat bagus dan sering memberikan ruang kepada temannya untuk melakukan tekanan ke pertahanan Timnas Indonesia yang dikawal oleh Kurnia Meiga. Hanya saja upaya yang dilakukan kurang sempurna.
Kedua pemain ini juga menjadi kreator gol yang diciptakan oleh Yousef Alsalem. Dua gol dari pemain dengan nomor punggung 16 ini mampu membawa Arab meraih poin penuh. Sedangkan gol Indonesia dicetak Boaz Solossa.
Kedepan, kata dia, timnas ini mempunyai peluang besar untuk terus dikembangkan yang salah satunya dengan memperbanyak ujicoba sebelum menjalani pertandingan internasional lainnya.
“Pemain telah menunjukkan kemampuannya. Tapi, ini adalah sebuah pertandingan. Pasti ada yang menang dan ada yang kalah,” kata kapten Timnas Garuda, Boaz Solossao usai pertandingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




