PSS Sleman Tak Libur, Pieter Huistra Genjot Fisik Pemain
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis dalam Pre Match Press Conference pada Jumat (3/4/2026)./Istimewa -- PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN— Fokus penuh menjadi penekanan utama Ansyari Lubis jelang laga PSS Sleman menghadapi Persipal FC di Stadion Maguwoharjo, di Sleman, Sabtu (4/4/2026). Meski unggul secara klasemen dan rekor pertemuan, tim diminta tidak lengah.
Pelatih yang akrab disapa Uwak itu menyebut persiapan tim berjalan optimal usai pertandingan sebelumnya. Laga kandang ini juga menjadi momen penting bagi PSS setelah periode Idulfitri.
"Selesai kami bertanding melawan Tornado, kami melakukan persiapan yang cukup bagus. Terutama pemain semuanya bekerja keras karena pertandingan besok juga menjadi penting buat kami bisa melaju lebih cepat," ujar Ansyari dalam Pre Match Press Conference.
Secara posisi klasemen, PSS berada di puncak, sedangkan Persipal masih tertahan di peringkat ke-10. Catatan pertemuan juga menguntungkan tuan rumah, termasuk kemenangan 3-0 saat tandang dan 4-0 di Maguwoharjo.
Namun, Ansyari menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat pemain meremehkan lawan.
"Pertandingan besok itu kami harapkan semua pemain fokus, lebih profesional. Jangan menganggap karena lawannya sekarang berada di posisi yang paling bawah, semua pemain menganggap remeh. Ini yang kami tidak harapkan," tegasnya.
Ia ingin para pemain menjaga konsistensi permainan dan menjadikan laga ini sebagai momentum penting.
"Jadi semua pemain harus fokus, profesional, dan tunjukkan lah bahwasanya besok itu bisa jadi kemenangan yang paling berkesan buat kita karena ini masih suasana Idulfitri," lanjutnya.
Ansyari juga menargetkan kemenangan di kandang sebagai bentuk apresiasi kepada suporter.
"Berikan kemenangan ini buat seluruh pecinta sepak bola di Sleman dan yang penting pemain harus bertanggung jawab, kerja keras, fokus dalam pertandingan besok," ujarnya.
Kiper PSS, Ega Rizky, menambahkan seluruh pemain sepakat memperlakukan sisa pertandingan sebagai laga penentuan.
"Seperti apa yang dikatakan sama Coach Ansyari, ya kami pemain komitmen di setiap pertandingan adalah final. Tentu kami akan kerja keras semaksimal mungkin. Semoga Allah memampukan, semoga Allah meridhoi besok tiga poin," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY dalam program pengembangan energi terbarukan. Disiapkan bibit jagung untuk 1.000 hektare dan empat pabrik.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Manajer KDMP mengeluhkan ketidakjelasan kerja, penempatan jauh dari domisili, hingga mekanisme relokasi setelah menerima PKWT.
Mark Zuckerberg mengaku tak memiliki gelar sarjana saat dicecar soal dasar menilai risiko beauty filter Instagram terhadap pengguna muda.