Advertisement
BABAK 8 BESAR ISL 2014 : Jimmy Napitupulu Sebut Wasit Semen Padang vs Arema Cronus Tidak beres
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Mantan wasit nasional, Jimmy Napitupulu menilai wasit yang memimpin laga Semen Padang kontra Arema Cronus, Novari Ikhsan Arilaha, di Stadion H Agus Salim, Rabu (29/10/2014) dalam babak delapan besar Liga Super Indonesia (ISL) Grup K tidak beres.
Advertisement
Jimmy menilai ada dua kesalahan fatal yang dilakukan Novari. Kesalahan pertama terjadi pada menit ketiga. Ketika itu, penyerang Semen Padang, Osas Saha lolos dari jebakan off-side. Dari luar kotak penalti, dia melepaskan tendangan. Di saat bersamaan, Kurnia Meiga datang menghadang. Dengan kakinya, Meiga mengarahkan kakinya ke arah selangkangan Osas Saha. Tapi anehnya, wasit tidak memberikan tendangan bebas untuk Semen Padang. Meiga juga tidak diganjar kartu merah.
"Saat bola ditendang Osas Saha dan melewati Meiga, maka bola itu bersifat advantage (milik Osas Saha). Bola mengarah ke gawang tapi lajunya pelan. Bola berhasil dibuang (Victor Ignonefo) tapi anehnya tidak ada pelanggaran," katanya seperti dilansir dari Liputan6.com, pada Kamis (30/10/2014).
Pria berusia 48 tahun tersebut menjelaskan kesalahan fatal kedua Novari terjadi pada masa injury time. Wasit lagi-lagi membuat keputusan kontroversial. Novari tak memberikan hadiah penalti untuk Semen Padang setelah Victor Igbonefo melanggar Esteban Vizcarra di kotak terlarang. Padahal wasit berada di posisi yang tepat dan melihat jelas kejadian itu.
"Ketika itu posisi sangat menentukan tuan rumah untuk menang. Tapi awalnya, posisi Vizcarra sudah off-side dan asisten wasit ragu untuk mengangkat bendera. Jelas itu off-side. Karena hal itu terjadi perdebatan di akhir laga," ucap Jimmy.
Melihat kesalahan tersebut, Jimmy menilai Novari tidak mempunyai semangat untuk mempimpin pertandingan yang berakhir imbang 2-2.
"Memang waktu masuk lapangan nafasnya disedot (seperti tertekan). Saya melihat ini ada apa-apa. Dia memimpin laga tidak bergairah," tutup pria asal Riau tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




