Lagi, Sabar-Reza Terkunci Lawan Langganan di China Open
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.
Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman diangkat para pesepakbola Persib Bandung usai mengalahkan Persipura Jayapura dengan adu pinalti dalam final Liga Super Indonesia (LSI) 2014 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/11). Persib Bandung menjadi juara LSI 2014. (JIBI/Harian Jogja/ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Harianjogja.com, BANDUNG — Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman mengaku sudah lama ingin merekrut bek kiri Pelita Bandung Raya (PBR) Dias Angga Putra untuk bergabung bersama Maung Bandung. Hal itu sebagai salah satu rencananya sejak awal menjabat sebagai pelatih kepala.
Djadjang mengatakan, tidak hanya Dias, ia pun berharap dapat membawa pulang semua pemain lokal Jawa Barat, khususnya yang pernah dibina Persib. Hal itu sama dengan yang ia lakukan di musim lalu dengan memboyong Tantan, Ferdinand Sinaga dan M. Natshir.
"Sebenarnya sudah lama kita ada keinginan untuk membawa Dias dan bukan hanya Dias tapi pemain lokal. Posisi Dias juga memang dibutuhkan," kata Djadjang seperti dilansir dari laman Persib, Sabtu (29/11/2014).
Djadjang menambahkan, Dias pun rencananya akan diproyeksikan untuk membantu posisi bek sayap. Hal itu, kaitannya dengan jadwal yang padat musim depan di Indonesia Super League (ISL) ataupun gelaran di tingkat Asia.
"Seperti yang saya katakan, kita membutuhkan dua pemain bek sayap, gelandang sayap dan gelandang tengah. Dias salah satunya," lanjutnya.
Pria yang karib disapa Djanur tersebut menilai Dias mempunyai kualitas yang tidak jauh dengan pemain yang sudah ada. Seperti Tony Sucipto maupun Supardi.
"Ia juga punya kecepatan, teknik bermainnya saya suka. Dia bisa mengisi posisi Supardi atau Tony saat rotasi. Disamping itu, dia masih muda dan lagi merupakan putra daerah," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.
Biaya naturalisasi menjadi WNI resmi naik dari Rp50 juta menjadi Rp75 juta mulai 1 Agustus 2026. Simak rincian tarif baru dan delapan syarat menjadi warga negar
Pesan tilang ETLE palsu di WhatsApp makin marak. Kenali ciri surat tilang resmi agar terhindar dari pencurian data dan penipuan digital.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
FYP TikTok terus menampilkan konten yang sama? Berikut cara menghapus riwayat tontonan dan mereset algoritma TikTok agar rekomendasi lebih relevan.