Advertisement
ISC A 2016 : Tetap Sebagai Pemain Surabaya United, Evan Dimas Lega
Advertisement
ISC A 2016 segera dihelat. Pesepak bola Indonesia, Evan Dimas mengaku lega karena tetap terdaftar sebagai pemain Surabaya United di ISC.
Advertisement
Harianjogja.com, BARCELONA — Bintang muda sepak bola Indonesia, Evan Dimas Darmono, dipastikan tidak bisa memperkuat Surabaya United di ISC hingga setidaknya Mei mendatang. Hal itu mengacu pada jadwal kepulangan yang ia terima dari pihak event organizer, Evan baru bertolak dari Spanyol pada 18 Mei 2016.
Evan legawa baru bisa memperkuat Surabaya United saat ISC 2016 sudah berjalan beberapa pekan. Sebab, ia masih terikat kontrak dengan RCD Espanyol B hingga program pengembangan yang dijalaninya tuntas.
Hal ini sekaligus klarifikasi dari Evan Dimas soal rumor yang menyebutkan dirinya tidak bisa memperkuat Surabaya United pada ISC nanti. Sebab, kendati saat ini Evan menjalani program pengembangan di Espanyol sejak 2 Februari 2016, manajemen Surabaya United rencananya tetap mendaftarkan nama pemain 21 tahun itu ke operator turnamen.
Hal itu dibenarkan Rahmad Sumanjaya, Manajer Operasional Surabaya United. Rahmad menyatakan nama Evan ada dalam daftar pemain yang akan didaftarkan ke operator turnamen.
Evan bersyukur karena dengan dimasukkan namanya dalam daftar pemain Surabaya United yang akan diturunkan di ISC 2016, ia tak perlu repot-repot mencari klub baru yang akan menampungnya. Maklum, kalau pun harus mencari klub baru, akan sulit buatnya karena masa pendaftaran pemain baru sudah tutup.
Tampil di kompetisi Tanah Air memang menjadi harapan terbesar Evan saat ini. Hal itu lantaran ia baru dua kali mencicipi pertandingan di ISL 2015 sebelum akhirnya dihentikan PSSI menyusul konflik dengan Kemenpora.
Dalam beberapa kesempatan, Evan mengaku sangat berharap kompetisi segera diputar sehingga ia bisa merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi yang sudah lama dirindukan. Bahkan saat berpamitan dengan Menpora Imam Nahrawi sebelum bertolak ke Spanyol, Evan menyampaikan harapannya agar kompetisi reguler nasional diputar kembali.
"Semua insan bola Indonesia, baik pemain, pelatih, suporter, dan semua yang menggantungkan hidupnya di bola pasti ingin kompetisi bergulir kembali. Ketiadaan kompetisi membuat banyak orang sengsara," tutur Evan ketika itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pasang Penghalang di Rel Kereta Api, Warga Dipolisikan PT KAI
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
Advertisement
Advertisement



