Samsung Hentikan Messages, Pengguna Galaxy Wajib Migrasi
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Pelatih timnas Indonesia John Herdman menjawab pertanyaan para pewarta di Jakarta, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Rauf Adipati
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria seusai kalah tipis 0-1 pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3/2026). Kekalahan ini menjadi sorotan media Vietnam yang menilai dominasi permainan Garuda tak diiringi ketajaman di lini depan.
Gol tunggal Bulgaria dicetak Marin Petkov melalui titik penalti pada menit ke-38, yang menjadi pembeda dalam laga meski Indonesia menguasai jalannya pertandingan hampir sepanjang waktu.
Media Vietnam, Vietnamnet, secara khusus menyoroti kekalahan Indonesia yang dinilai menyakitkan karena terjadi di tengah dominasi permainan. Mereka menilai penguasaan bola yang tinggi tidak mampu dikonversi menjadi peluang efektif yang berujung gol.
“Tim tuan rumah mendominasi penguasaan bola, tetapi efektivitas serangan mereka tidak sebanding,” tulis Vietnamnet dalam laporannya.
Momentum krusial dalam pertandingan terjadi pada menit ke-34 saat Kevin Diks melakukan pelanggaran di area terlarang. Seusai tinjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit menunjuk titik putih. Marin Petkov yang menjadi algojo sukses menaklukkan Emil Audero dan membawa Bulgaria unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Indonesia meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, rapatnya lini pertahanan Bulgaria membuat upaya Garuda kerap buntu di sepertiga akhir lapangan.
Sejumlah peluang emas sebenarnya sempat tercipta. Pada menit ke-72, sepakan lob Ole Romeny hanya membentur mistar gawang. Sementara itu, tendangan keras Rizky Ridho pada menit ke-87 juga bernasib sama, kembali digagalkan oleh tiang gawang.
Selain faktor penyelesaian akhir, Vietnamnet juga menyinggung aspek keberuntungan yang tidak berpihak kepada Indonesia dalam laga tersebut. Dua peluang yang membentur mistar dinilai menjadi simbol kegagalan Garuda memaksimalkan dominasi.
Di sisi lain, Bulgaria tampil disiplin dengan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik. Pendekatan ini terbukti efektif untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.
“Indonesia tidak bermain buruk, tetapi kesalahan kecil dan nasib buruk memastikan kemenangan bagi Bulgaria,” tulis media tersebut.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih John Herdman, khususnya dalam meningkatkan efektivitas lini serang. Dengan jadwal internasional yang masih menanti, perbaikan dalam penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama bagi Skuad Garuda.
Ke depan, peningkatan kualitas finishing dan ketenangan di depan gawang akan menjadi kunci jika Indonesia ingin bersaing lebih kompetitif di level internasional, terutama menghadapi lawan dengan pertahanan solid seperti Bulgaria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Industri perhotelan di Indonesia terus bergerak dinamis. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan bisnis dan wisata, The Ascott Limited.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Gala Dinner Pembukaan 35th International Cycling History Conference (ICHC) diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Klaten, Senin malam (18/5/2026).