Advertisement

ISC B 2016 : PSIM Jogja Klarifikasi Tuduhan Penyerangan Wasit di Batang

Arief Junianto
Kamis, 04 Agustus 2016 - 12:20 WIB
Nina Atmasari
ISC B 2016 : PSIM Jogja Klarifikasi Tuduhan Penyerangan Wasit di Batang

Advertisement

ISC B 2016 yang mempertemukan PSIM Jogja dengan Persibat Batang berakhir ricuh

Harianjogja.com, JOGJA-Dituding melakukan penyerangan terhadap wasit saat laga kontra tuan rumah Persibat Batang, Sabtu (23/8/2016) lalu, manajemen PSIM Jogja diminta melakukan klarifikasi oleh pihak PT. Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator Indonesia Soccer Championship (ISC) B.

Advertisement

Permintaan klarifikasi yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT.GTS Joko Driyono itu diterima langsung oleh pihak manajemen PSIM Jogja, Rabu (3/8/2016) siang.

Namun, tudingan penyerangan tersebut dibantah manajer tim PSIM, Agung Damar Kusumandaru. Didampingi Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastawa, manajemen PSIM langsung merespon dan sekaligus memberikan klarifikasi kepada PT GTS di Wisma PSIM Jogja, Rabu (3/8/2016) sore.

“Kebetulan saat email datang kami manajemen PSIM sedang rapat sehingga bisa langsung memberikan respon,” jelas Agung Damar kepada wartawan.

Pada intinya, Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja tersebut, dalam laga PSIM versus tuan rumah Persibat tidak benar ada pemukulan terhadap wasit. Yang benar, lanjutnya, pemain dan ofisial PSIM melakukan protes kepada Asisten wasit I karena pemain lawan sengaja menginjak pemain PSIM dan terjadinya handsball pemain Persibat yang tidak dianggap pelanggaran, dua menit menjelang laga berakhir.

Dalam posisi pemain PSIM masih melakukan protes, wasit menyatakan play on sehingga mengakibatkan terjadinya gol kedua bagi Persibat. Keadaan itulah yang menurut Agung, memicu suporter PSIM untuk ikut melakukan protes.

Namun, aparat keamanan merespon secara represif dengan menembakkan gas air mata. Akibatnya, kondisi menjadi chaos dan wasit meninggalkan lapangan tanpa menyatakan berhentinya pertandingan tetapi langsung ke luar menuju ruang ganti wasit.

Bahkan, selama pertandingan hingga tim PSIM dievakuasi oleh aparat keamanan tidak ada flare tetapi hanya ada asap dari efek gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan. “Yang terjadi, justru pemain PSIM di bench diserang pemin dan pelatih kiper Persibat,” ungkap Agung Damar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal

Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement