Jangan Asal Bunyikan Klakson, Ini 5 Etika yang Wajib Diketahui
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
16 Besar ISC B 2016 telah mempertemukan PSS Sleman melawan Persepam.
Harianjogja.com, SLEMAN — Posisi pelatih Persis Solo, Widyantoro dipastikan aman hingga akhir kompetisi ISC B 2016. Pelatih yang membawa Persis menembus perempatfinal Divisi Utama dua tahun silam itu akan menuntaskan kontrak sampai akhir turnamen.
Meski demikian, ada kemungkinan Laskar Samber Nyawa tidak akan memperpanjang kontrak dari pelatih asal Magelang ini. Investor Persis, PT Syahdana Properti Nusantara (SPN) beberapa waktu lalu juga sempat mengangkat mantan pelatih Timnas U-23, Aji Santoso, sebagai direktur teknik baru di Laskar Sambernyawa.
Bukan tak mungkin, Aji akan diberi jabatan pelatih Persis apabila kompetisi sepak bola Indonesia kembali bergulir tahun depan. Menanggapi hal tersebut, Widyantoro mengaku engga banyak berkomentar.
Ditemui Harianjogja.com, di sela-sela pertandingan antara PSS melawan Persepam MU di Stadion Maguwoharjo, Sleman, di tribun VIP, Sabtu (1/10/2016) sore, Widyantoro memilih diam. Begitu juga dengan kemungkinan untuk kembali melatih PSS pada musim depan, Widyantoro enggan menanggapinya.
“Hanya pengen nonton saja,” ujar pria yang akrab dipanggil Wiwid ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.