Advertisement
UJI COBA PSIM JOGJA : Komunikasi Buruk Biang Kekalahan di Semarang
Advertisement
Hampir semua kesalahan yang ada terulang pada laga uji coba kali ini
Harianjogja.com, JOGJA—Komunikasi antar-pemain menjadi pekerjaan baru bagi pelatih PSIM Jogja, Erwan Hendarwanto, jelang laga melawan PSBI Blitar di Stadion Gelora Panataran, Blitar, Sabtu (8/7/2017).
Advertisement
Selain komunikasi antar-pemain, kelemahan tidak kalah penting yang harus dibenahi adalah penyelesaian akhir dan antisipasi bola silang. “Berdasarkan uji coba melawan PSIS Semarang, hampir semua kesalahan yang ada terulang pada laga uji coba kali ini,” ujarnya kepada Harian Jogja, Minggu (18/6).
Menurut Erwan, dua gol yang bersarang ke gawang Tito Rama pada laga uji coba melawan PSIS di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (17/6/2017) seharusnya tidak perlu terjadi. Gol pertama yang dilesakkan melalui tendangan salto Erik Dwi pada menit ke-14 terjadi karena buruknya komunikasi antar-pemain belakang dengan kiper Tito Rama.
Alhasil, meski PSIM menerapkan pressing ketat terhadap dua penyerang PSIS, Dani Raharjo dan Erik Dwi, satu kesempatan mampu dioptimalkan menjadi satu gol. “Gol pertama tercipta karena pemain terpaku kepada bola. Selain itu komunikasi dan juga posisi penjaga gawang tidak siap antisipasi bola. Ini jadi catatan bagi kami,” kata pelatih.
Untuk gol kedua yang dicetak oleh Ruud Gulit dimenit ke-75, pelatih asal Magelang, Jawa Tengah ini menilai terjadi karena kesalahan dalam antisipasi bola silang dan bola liar. Bola liar sontekan kaki Hari Nur yang melaju kencang dari arah sisi kanan gawang disambut dengan tendangan keras Gulit ke gawang PSIM.
Tito Rama yang berjaga tidak langsung menangkap bola, akan tetapi memilih menangkis bola tersebut. Alhasil, Gulit pun menyambar bola muntah itu dan mengubah kedudukan menjadi 2-0 untuk keunggulan PSIS. “Persoalan bola silang mesti dipecahkan dan antisipasi di sisa sebelum bertolak ke Blitar seusai Lebaran,” tutur Erwan.
Pelatih PSIS Semarang Subangkit mengaku puas dengan penampilan timnya. Mantan pelatih Mitra Kukar ini melihat Johan Yoga dan kawan-kawan mampu menjalankan skema dengan optimal. “Pemain mampu terus menekan lawan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




