Advertisement
Final DFB Pokal Jadi Laga Emosional Niko Kovac
Para pemain Bayern Munchen merayakan gol. (Reuters/Jon Nazca)
Advertisement
Harianjogja.com, GELSENKIRCHEN —Niko Kovac baru saja ditunjuk melatih Bayern Munchen musim depan. Pelatih Eintracht Frankfurt itu mendapat puja-puji Manajemen Bayern dan dianggap sebagai suksesor ideal Jupp Heynckes.
Namun Kovac bakal menghadapi salah satu hari paling dilematis dalam kariernya saat harus melawan Bayern dalam final DFB Pokal di Olympiastadion, 19 Mei 2018. Frankfurt memastikan diri ke babak pamungkas setelah menumbangkan Schalke 04 dengan skor 1-0 di Veltins Arena, Kamis (19/4) dini hari WIB.
Advertisement
Gol tunggal Luka Jovic di menit ke-75 membawa Die Adler (Si Elang), julukan Frankfurt, tampil di final DFB Pokal secara beruntun sejak 2017. Ini kali kedua Frankfurt menggapai final turnamen dua musim beruntun sejak tahun 1974 dan 1975. Sementara Bayern lebih dulu lolos ke final setelah menggasak Bayern Leverkusen dengan skor 6-2.
“Mencapai final di Berlin dua tahun berturut-turut adalah pencapaian besar para pemain, layak dihadiahi Nobel,” ujar Kovac seperti dilansir Deutsche Welle, Kamis.
Final DFB Pokal tentu bakal menjadi momen pembuktian selanjutnya bagi Frankfurt. Di Bundesliga, Die Adler mampu terbang tinggi dengan berada di peringkat ketujuh. Tim yang pada musim sebelumnya kerap berkutat di papan bawah itu bahkan masih berpeluang tampil di Liga Champions.
Di DFB Pokal, mereka mampu mempertahankan performa moncer itu. Salah satu kunci kekuatan Frankfurt berada di pertahanan mereka yang baru kebobolan satu gol sejak awal turnamen. Kekalahan 0-1 dari Borussia Dortmund dalam final DFB Pokal edisi sebelumnya diyakini akan menambah motivasi Frankfurt untuk membungkam Thomas Muller dkk.
Di sisi lain, kemenangan atas Bayern bisa berarti dua hal bagi Niko Kovac. Trofi juara bakal menunjukkan bahwa Bayern tak salah pilih untuk sosok pelatih baru. Kemenangan juga akan membuktikan hatinya masih bersama Frankfurt walau sudah menjalin kontrak selama tiga musim bersama Die Roten.
Terlepas dari itu semua, Kovac harus mampu membawa diri di final yang bakal menguras emosi tersebut. Apalagi jika melihat perjalanan Bayern untuk merayu Kovac merapat ke Allianz Arena. Saat itu Frankfurt sempat menuding Bayern tidak menunjukkan sikap profesional saat mendekati sang pelatih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




