Advertisement
Preview Borussia Dortmund Vs Bayern Munchen: Bayern Datang sebagai Underdog
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Bayern Munchen dalam kondisi serba sulit jelang lawatannya ke markas Borussia Dortmund di Signal Iduna Park, Minggu (11/11) dini hari WIB. Bayang-bayang tertinggal tujuh poin dari Dortmund di puncak klasemen sudah di depan mata jika mereka gagal menaklukkan musuh bebuyutannya dalam laga berlabel Der Klassiker.
Bayern memang masih tertahan di posisi ketiga dengan 20 poin dari 10 pertandingan jelang jeda internasional tengah bulan ini. Mereka tertinggal empat angka dari Dortmund yang tampil luar biasa sejak dilatih Lucien Favre. Bagaimana tidak, Die Borussen sukses merebut tujuh kemenangan dari 10 laga tanpa sekalipun kalah. Mereka juga mampu mencetak 30 gol atau rata-rata tiga gol per pertandingan.
Advertisement
Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness, bahkan sampai menyebut timnya adalah underdog di Der Klassiker akhir pekan nanti. “Sekarang Anda tak bisa ke Dortmund dan berkata Anda akan mengamankan tiga poin. Dortmund punya musim yang sangat bagus, tidak ada keraguan soal itu,” ujar Hoeness seperti dilansir Fox Sports, Jumat (9/11/2018).
Bayern sendiri banyak diganggu problem internal yang membuat performa mereka kurang konsisten. Belakangan Niko Kovac dibuat berang dengan kabar perselisihan di ruang ganti Bayern yang diekspos di sejumlah media Jerman. Sejumlah pemain seperti Arjen Robben, Franck Ribery, Thomas Muller, dan Mats Hummels dikabarkan mengalami kerengganggan hubungan dengan sang pelatih beberapa pekan terakhir.
Hal itu setelah Kovac mendamprat para pemainnya karena terkesan malas dalam persiapan menghadapi pertandingan. Kovac sendiri berupaya mendinginkan situasi ruang ganti dengan meminta tim kembali bersatu sebagai sebuah keluarga.
“Jika keluarga tetap bersama, semua hal menjadi mudah. Jika tidak, kita bisa jatuh. Ada beberapa contoh dalam sejarah, mau memilih Troy atau Caesar,” ujar Kovac seperti dilansir Bild.
Die Roten, julukan Bayern, memang perlu memastikan timnya dalam kondisi siap tempur jika tak mau dipermalukan Dortmund. Meski baru saja menelan kekalahan perdananya musim ini dari Atletico Madrid (1-2), kekuatan Marco Reus dkk. diyakini tak berkurang.
Pelatih Dortmund, Lucien Favre, menyebut timnya masih bisa berkembang dari segi taktik untuk meladeni Bayern di Der Klassiker. “Kami tahu kami akan menghadapi tim raksasa. Bayern tetaplah Bayern, kami harus bermain sangat cerdik untuk menghadapi mereka,” ujar Favre.
Trio Jadon Sancho, Reus dan Paco Alcacer masih akan diandalkan untuk menggedor pertahanan tim tamu. Sejauh ini mereka sudah menyumbang 17 gol atau separuh lebih dari total gol tim di Bundesliga musim ini (30). Meski demikian tuan rumah wajib waspada karena Bayern sukses mencuri tiga kemenangan dalam tiga lawatan terakhir ke Signal Iduna Park.
Kali terakhir Die Borussen menaklukkan Bayern di kandang sendiri pada November 2016 lalu saat menang lewat gol tunggal Pierre Aubameyang. “Saya mengharapkan laga yang sangat panas. Kami kehilangan agresi saat melawan Atletico, akhir pekan nanti saya ingin melihatnya lagi,” ujar Direktur Olahraga Dortmund, Michael Zorc.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement




