Advertisement

PIALA ASIA 2018: Dua Bek Bikin Blunder Fatal, Lippi Tinggalkan Jabatan Pelatih China

Budi Cahyana
Jum'at, 25 Januari 2019 - 22:50 WIB
Budi Cahyana
PIALA ASIA 2018: Dua Bek Bikin Blunder Fatal, Lippi Tinggalkan Jabatan Pelatih China Marcello Lippi - Reuters/Suhaib Salem

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih legendaris Italia Marcello Lippi mundur dari kursi pelatih China setelah gagal membawa kesebelasan Negeri Tirai Bambu itu ke semifinal Piala Asia 2019.

Di perempat final pada Jumat (25/1/2019) dini hari WIB, China kalah 0-3 dari Iran yang dilatih Carlos Queiroz. Lippi sebenarnya bisa memoles China menjadi tim yang solid. Sayangnya, kesalahan bek-bek China membuyarkan organisasi permainan mereka.

Advertisement

Kontrak Lippi untuk menangani China berakhir setelah Piala Asia 2019 dan pelatih yang membawa Italia menjadi juara Piala Dunia 2006 ini memutuskan untuk tak memperpanjang kontraknya.

“Pertandingan ini mengakhiri kontrak saya bersama China. Sebuah kehormatan besar bisa menangani tim nasional dari negara sepenting China,” kata Lippi yang pertama kali berkenalan dengan sepak bola Negeri Tirai Bambu ketika melatih Guangzhou Evergrandi ini, seperti dikutip Fox Sports, Jumat.

“Saya mencoba mengerahkan semua kemampuan terbaik dan berhasil mendorong tim ini menjadi lebih baik. Saya mengucapkan terima kasih untuk segala dukungan yang saya dapat. Mungkin, banyak orang sudah memprediksi hasil akhir pertandingan ini. Tetapi bagi saya, pertandingan ini jauh di luar harapan karane kesalahan seperti itu.”

Dalam laga di Stadion Mohammed Bin Zayed di Abu Dhabi, Iran unggul dua gol sebelum turun minum berkat kontribusi Mehdi Taremi pada menit ke-18 dan Sardar Azmoun di menit ke-32.

Dua gol ini lahir karena kesalahan bek tengah China. Gol pertama Iran tercipta setelah Sardar Azmoun mencuri bola yang dikuasai Xiaoting Feng. Azmoun kemudian menyodorkan umpan yang diselesaikan Mehdi Taremi. Delapan menit setelah membuat blunder, Xiaoting Feng langsung ditarik keluar. Empat menit kemudian, giliran bek kanan Yiming Li yang ceroboh. Dia gagal menjaga bola sehingga direbut, lagi-lagi oleh Azmoun. Striker terbaik Iran itu langsung menggandakan keunggulan.

Pada babak kedua, anak asuh pelatih Carlos Queiroz—yang pernah menukangi Real Madrid, Timnas Portugal, UEA, dan Afrika Selatan—menambah sebiji gol ketika pertandingan telah memasuki injury time, melalui Karim Ansarifard sehingga skor akhir 3 - 0.

“Iran adalah tim kuat tetapi Anda tidak bisa membuat kesalahan seperti itu dan memberi mereka gol dengan mudah. Ini semua tentang kurangnya konsentrasi. Bagaimana pun, saya berterima kasih karena pemain sudah berbuat yang terbaik. Kami memainkan beberapa pertandingan dengan baik, meski akhirnya gagal ke semifinal,” ucap Lippi.

China gagal menyamai prestasi terbaik mereka di sepanjang sejarah Piala Asia yakni dua kali runner up pada edisi 1984 dan 2004.

Sementara itu, Iran di semifinal akan bertemu dengan Jepang, yang beberapa jam sebelumnya menaklukkan Vietnam 1 - 0 di perempat final.

Semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/1/2019) pukul 21.00 WIB itu mempertemukan dua tim dengan torehan juara terbanyak di ajang Piala Asia.

Jepang juara terbanyak yakni empat kali pada edisi 1992, 2000, 2004, dan 2011, sedangkan Iran tiga kali yakni pada edisi 1968, 1972, dan 1976. Pencapaian Iran sama dengan Arab Saudi yang memenangi trofi Piala Asia pada 1984, 1988, dan 1996.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi

News
| Sabtu, 04 April 2026, 23:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement