Bukan Harus Dijauhi, Ini 7 Tipe Orang yang Perlu Dibatasi
Psikolog mengungkap 7 tipe orang yang dapat menguras energi mental dan perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan emosional.
Maskot PSS Sleman dan Persis Solo/Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Keinginan Persis Solo berkandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada kompetisi Liga 2 2019 mendatang dipastikan sulit terealisasi.
Hal ini menyusul adanya pernyataan dari Pemkab Sleman yang belum memberikan izin kepada Laskar Samber Nyawa untuk memakai Stadion Maguwoharjo, Sleman, sebagai kandang di kompetisi kasta kedua di Tanah Air.
Selain itu ada 3 elemen suporter di DIY yang secara tegas menolak rencana Persis Solo yang ingin berkandang di markas PSS Sleman tersebut.
Manajer Persis Solo Langgeng Jatmiko kepada Harianjogja.com, seusai pertemuan dengan kelompok suporter di DIY di Mapolda DIY mengatakan sejauh ini Bupati Sleman Sri Purnomo telah menyatakan belum berkenan memberikan izin kepada pihaknya untuk menggunakan Stadion Maguwoharjo sebagai kandang Laskar Samber Nyawa.
"Dari bupati menyatakan belum berkenan. Selain itu dari beberapa kelompok suporter seperti Brajamusti, The Maident dan Curva Nord Famiglia juga menolak. Namun, belum ada keputusan resmi. Polda DIY melakukan pertemuan ini tujuannya adalah untuk mendapatkan masukan dulu. Oleh karena itu kami masih menunggu surat resmi dari Bupati Sleman dan kepolisian," katanya, Selasa (26/2/2019) siang.
Langgeng mengungkapkan sampai saat ini belum memiliki alternatif stadion bagi kandang Persis Solo jika nantinya ada surat penolakan dari Bupati Sleman. Persis masih menunggu surat resmi terkait dengan penolakan Persis Solo berkandang di Stadion Maguwoharjo.
"Kami menunggu surat resmi dulu. Karena kami juga sudah mengirimkan surat sebelumnya," lanjutnya.
Sementara Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto membenarkan dalam pertemuan tersebut ada pernyataan dari Bupati Sleman yang belum memberikan izin kepada Persis Solo untuk menggunakan Stadion Maguwoharjo, Sleman sebagai kandang mereka pada kompetisi Liga 2 2019 mendatang.
"Kami dari Polda DIY tidak dalam kapasitas mengizinkan atau tidak. Tetapi lebih kepada yang punya tempat. Kalau yang punya tempat tidak mengizinkan, ya mangga. Dalam hal ini Stadion Maguwoharjo kan dalam pengelolaan Pemkab Sleman," katanya.
"Ya. Yang punya tempat tidak mengizinkan. Bisa jadi seperti itu [faktor keamanan]. Karena kita tahu, beberapa kali kejadian, Persis Solo itu jadi salah satu juga mungkin pengelola stadion jadi bahan pertimbangan yang sudah-sudah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Psikolog mengungkap 7 tipe orang yang dapat menguras energi mental dan perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan emosional.
Rupiah melemah ke Rp17.952 per dolar AS dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan sentimen global terbaru.
Prabowo tegaskan tak ada yang lebih genting dari kelaparan. Program MBG dinilai penting di tengah ancaman krisis pangan global.
PLN pastikan listrik di DIY kembali normal sejak 20 Juni 2026, layanan pelanggan kini stabil dan siap mendukung aktivitas masyarakat.
Kejari Kulonprogo kembalikan Rp344 juta uang korupsi BUMDes ke dua kalurahan untuk pemulihan kerugian masyarakat.
IHSG turun 3% dipicu kebijakan suku bunga global dan aksi risk-off investor. Simak analisis lengkap dan prospeknya.