Advertisement
Sarri Meminta Publik Tak Terlalu Menuntut Hudson-Odoi
Callum Hudson-Odoi - Reuters/Eddie Keogh
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA – Pelatih Chelsea Maurizio Sarri mengagumi kemampuan dan potensi yang dimiliki penyerang sayap Callum Hudson-Odoi. Namun, dia meminta agar khalayak tak terlalu banyak menuntur Hudson-Odoi karena usianya masih muda.
Hudson-Odoi, yang pada Januari lalu menjadi incaran raksasa Jerman, Bayern Munchen, bermain sebagai cadangan dan mencetak gol terakhir Chelsea saat mengalahkan Dynamo Kiev 3 - 0 di pertandingan pertama babak 16 besar Liga Europa Jumat (8/3/2019) pagi WIB.
Advertisement
Para pendukung Chelsea sempat berteriak untuk meminta agar Hudson-Odoi dimainkan, sebelum dimasukkan saat pertandingan tersisa 12 menit.
"Tidak ada yang harus dia lakukan untuk meyakinkan saya. Dia pemain hebat. Menurut hemat saya, seorang pemain yang masih berusia 18 tahun belum bisa tampil di puncak. Dia masih harus membuktikan diri sampai berusia 22 atau 23 tahun," kata Sarri.
"Menghadapi tekanan saat berusia 18 tahun adalah hal yang berbahaya. Anda bisa kehilangan pandangan untuk mencapai target. Ketika Anda berusia 18 tahun, sasarannya adalah meningkatkan taktik, mental, dan fisik. Saya tidak suka jika terlalu banyak membicarakan tentang dia untuk musim ini," kata Sarri.
Kemenangan 3 - 0 atas Dynamo membuat Chelsea berpeluang besar untuk lolos ke babak 16 besar, tapi Sarri juga mengingatkan pemainnya agar tidak tidak berpuas diri pada pertemuan kedua di kandang lawan di Kiev pada Kamis mendatang.
"Sekarang kami harus waspada. Kami harus bertanding kesana dalam kondisi bagus dan penuh deteriminasi jika ingin lolos," katanya menambahkan.
"Jika Anda kebobolan, maka secara mental ada akan berada dalam masalah. Kami harus berangkat ke sana dengan perhatian penuh," kata pelatih asal Italia itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






