Advertisement
Garuda Pastikan Armadanya Bebas Retak
Pesawat Garuda Indonesia berada di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (26/11/2018). - JIBI/Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Garuda Indonesia Group memastikan tidak ada lagi retakan pada pesawat Boeing 737 NG setelah mengandangkan satu pesawat berusia pakai di atas 30.000 siklus terbang (flight cycle).
VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Tbk. M. Ikhsan Rosan menyatakan sudah melakukan perawatan berat (heavy maintenance) secara berkala terhadap semua B737 NG yang dioperasikan. Adapun, tindakan tersebut dilakukan berdasarkan program perawatan rutin maskapai, bukan dari instruksi regulator.
Advertisement
"Kami sudah tidak ada temuan [retakan pada B737 NG] lagi. Heavy maintenance memang sudah reguler kami lakukan," katanya, Minggu (3/11/2019).
Dia menambahkan prosedur grounded sudah dilakukan emiten berkode GIAA tersebut terhadap satu unit B737NG sejak 11 Oktober 2019 hingga saat ini. Upaya tersebut dilakukan menyusul adanya temuan masalah pada bagian pickle fork.
Pickle fork merupakan bagian yang menghubungkan badan dengan sayap pesawat. Adapun, setiap pesawat biasanya memiliki empat bagian pickle fork.
Ikhsan menuturkan belum ada kelanjutan mengenai kompensasi yang ditagihkan kepada pihak Boeing akibat grounded tersebut. Kendati demikian, maskapai sudah melakukan koordinasi secara intensif dengan Boeing sebagai pihak pabrikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









