New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Bambang Nurdiansyah-Twitter/@psisofficial
Haranjogja.co, SEMARANG--Gangguan kesehatan mendera pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Bambang Nurdiansyah, absen pada sesi jumpa pers seusai timnya dikalahkan Persipura Jayapura 0-2 pada kancah Liga 1 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Rabu (4/12/2019) sore.
Ketidakhadiran Bambang ini pun menimbulkan tanda tanya bagi awak media. Terlebih lagi, regulator Liga 1 mewajibkan pelatih kepala dan perwakilan pemain tim yang baru saja menjalani pertandingan untuk hadir saat jumpa pers sesuai laga, jika tak ingin menerima denda Rp15 juta.
Usut punya usut, ketidakhadiran pelatih yang karib disapa Banur itu bukan tanpa alasan. CEO PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya atau yang kerap dipanggil Yoyok Sukawi menyebutkan alasan ketidakhadiran Banur.
Menurut Yoyok, Banur tidak bisa hadir karena terganggu kesehatannya. Bahkan akibat sakit yang dideritanya, Banur sempat nyaris pingsan hingga harus dilarikan ke rumah sakit (RS).
“Banur tadi ke rumah sakit, setengah pertandingan hampir pingsan. Sampun sepuh [sudah tua], wajar kalau kesehatannya terganggu,” ujar Yoyok kepada Semarangpos.com, Rabu.
Yoyok pun berharap Banur segera pulih untuk kembali menangani PSIS Semarang. Apalagi posisi PSIS Semarang belum sepenuhnya aman dari zona degradasi Liga 1.
PSIS Semarang saat ini berada di urutan ke-14 klasemen Liga 1, dengan torehan 37 poin dari 30 laga. PSIS Semarang terpaut tujuh poin dari Perseru Badang Lampung FC yang berada di urutan ke-16 atau batas atas zona degradasi Liga 1.
Terkait ancaman sanksi bagi PSIS Semarang karena tidak bisa menghadirkan pelatih saat sesi jumpa pers seusai laga, Yoyok mengaku akan berkomunikasi dengan pihak regulator.
“Nanti kita komunikasikan dengan pihak regulator. Tadi keadaannya memang darurat sehingga harus dibawa ke rumah sakit,” ujar Yoyok.
Yoyok menambahkan dari hasil pemeriksaan dokter di RS, Banur mengalami sakit radang.
"Hasil pemeriksaan tadi menyebut trombosit Banur turun, sehingga mau pingsan. Memang sudah 2 hari terakhir ini beliau kurang sehat, tapi memaksakan diri untuk memimpin tim. Akhirnya, ambruk tadi pas pertandingan masih berlangsung,” jelas Yoyok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.
Prakiraan cuaca BMKG Senin didominasi hujan ringan dan berawan, dengan potensi gelombang 4 meter serta banjir rob.
HUT TNI ke-81, Prabowo memimpin upacara dan meresmikan 6 Kodam, 30 Brigif TP, 150 Yonif TP serta sejumlah satuan baru.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.