Tren Sepatu Pink Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
Timnas Futsal Indonesia - Instagram
Harianjogja.com, JOGJA — Timnas Futsal Indonesia menang telak 5-1 atas Malaysia pada Piala AFF Futsal 2022 di Thailand, Senin (4/4/2022).
Lima gol Timnas Futsal Indonesia dicetak oleh Evan dengan 2 gol, Ardiansyah dengan 2 gol dan sebiji gol dari Firman.
Di babak pertama, Timnas Futsal Indonesia harus puas ditahan imbang Malaysia tanpa gol. Namun, begitu masuk babak kedua, Timnas Futsal Indonesia langsung menyerang dan unggul lebih dulu melalui tendangan Evan Soumilena.
Keunggulan 1-0 tidak bertahan lama setelah Malaysia berhasil menyamakan kedudukan melalui Ridzwan.
Indonesia kemudian kembali unggul melalui Firman Adriansyah lima menit sebelum babak kedua selesai. Usai gol Firman, Indonesia semakin menguasai pertandingan dan mampu menambah keunggulan menjadi 3-1 melalui Evan Soumilena dan diikuti dua gol yang dicetak oleh Ardiansyah Nur.
Dengan kemenangan ini Timnas Futsal Indonesia tetap bertahan di posisi runner up klasemen sementara Grup A dengan poin enam.
Lawan berikutnya adalah melawan Thailand, yang bisa menentukan tiket lolos ke semifinal Piala AFF Futsal 2022
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
BEM UI gelar aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” di Jakarta, soroti BBM, APBN, hingga kebijakan ekonomi dan pemerintahan.
Ekonom Unair ingatkan risiko fiskal APBN akibat migrasi ke Pertalite usai kenaikan Pertamax. Subsidi BBM berpotensi membengkak.
Rekomendasi wisata Kanada, AS, dan Meksiko untuk Piala Dunia 2026: alam, kota ikonik, hingga situs bersejarah dunia.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bantul mencatat empat jemaah haji asal Bantul meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji 2026
BPJS Ketenagakerjaan dorong perlindungan pekerja DIY, terutama sektor informal, lewat program murah mulai Rp8.400 per bulan.