AI OpenAI dan Anthropic Diduga Dipakai Latih Sistem Militer China
Investigasi Reuters mengungkap dugaan penggunaan model AI OpenAI dan Anthropic untuk melatih sistem AI lokal yang dikembangkan institusi berafiliasi militer Chi
Stephanie Widjaja - PBSI
Harianjogja.com, MANILA — Hasil berbeda diraih oleh wakil Indonesia di Kejuaraan Asia 2022, Rabu (27/4/2022) siang.
Tunggal putri Indonesia, Stephanie Widjaja gugur di babak 32 besar, sedangkan ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto melaju ke babak 16 besar.
Pasangan ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiartololos ke 16 besar Kejuaraan Asia 2022 usai mengalahkan unggulan ketiga dari Korea Selatan, Kim So-yeong/Kong Hee-yong dengan skor 21-17, 20-22, dan 21-11, di babak 32 besar.
Sementara Stephanie Widjaja gugur di babak 32 besar usai kalah dari unggulan kedua asal Korea Selatan, An Seyoung dengan skor adalah 21-16, 16-21, dan 21-16. Stephanie Widjaja adalah tunggal putri pertama Indonesia yang tersingkir dari Kejuaraan Asia 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investigasi Reuters mengungkap dugaan penggunaan model AI OpenAI dan Anthropic untuk melatih sistem AI lokal yang dikembangkan institusi berafiliasi militer Chi
Video kendaraan roda tiga KDMP tercebur ke sawah di Desa Jetis, Klaten viral. Pemdes memastikan dua video yang beredar direkam pada waktu berbeda dan mengungkap
Malaysia dinobatkan sebagai negara terbaik untuk digital nomad 2026. Simak daftar 10 negara terbaik untuk bekerja jarak jauh, termasuk Thailand, Portugal, dan T
BPS DIY mencatat jumlah penduduk miskin turun 13.900 orang pada Maret 2026 menjadi 408.870 jiwa atau 9,70%. Penurunan ini menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Timnas Voli Putri Indonesia bersiap di seri kedua SEA V Cup 2026 Thailand. Target perbaiki peringkat usai finis ketiga di Hanoi. Simak jadwalnya.
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.