Pembuat Claude Gandeng Samsung, Industri Chip AI Memanas
Anthropic dikabarkan menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI kustom guna mengurangi ketergantungan pada pemasok GPU eksternal.
Pendukung Persib Bandung / Persib.co.id
Harianjogja.com, BANDUNG — Persib Bandung terus bersiap menatap Liga 1 2022/2023 yang rencananya bergulir akhir bulan Juli. Sejumlah pertandingan persahabatan pun mulai dirancang untuk menguji kesiapan tim.
Pelatih Persib, Robert Alberts mengatakan, beberapa tim Liga 1 akan menjadi calon lawannya. Robert merencanakan, setidaknya ada dua kali pertandingan dilakukan sebelum liga bergulir.
"Kami akan lihat lebih dulu berapa jumlah klub yang ingin bertanding dengan PERSIB. Lalu setelah itu akan membuat keputusannya kapan. Kami berhubungan dengan klub lain. Semoga bisa menggelar setidaknya dua kali latihan bersama," kata Robert, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (6/7/2022).
Beberapa tim yang rencananya diajak untuk latih tanding adalah Persita Tangerang, RANS Nusntara, dan Persikabo. Namun, tidak menutup kemungkinan juga berkomuniksi dengan tim lain yang memungkinkan bisa berlatih tanding.
"Kami menggelar pertemuan untuk bicara tentang kemungkinan beberapa klub seperti Persita, Persikabo dan Rans," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anthropic dikabarkan menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI kustom guna mengurangi ketergantungan pada pemasok GPU eksternal.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
BRIN dorong pembahasan RUU Pemilu dipercepat agar Pemilu 2029 berjalan berkualitas dan sesuai tahapan.
Fadli Zon dorong Museum Pos Indonesia di Bandung jadi cagar budaya nasional karena nilai sejarahnya yang penting bagi bangsa.
KPK menetapkan Bupati Langkat Syah Afandin sebagai tersangka OTT terkait suap proyek dan gratifikasi senilai Rp3,5 miliar.