Final Panas Lawan Thailand Jadi Ujian Harga Diri Garuda
Indonesia vs Thailand di final AFF Futsal 2026 jadi ajang pembuktian, Garuda bidik juara beruntun dan hapus stigma lama.
Timnas U-19 Indonesia/PSSI
Harianjogja.com, JAKARTA - Regulasi head to head membuat langkah Indonesia U-19 terhenti di Piala AFF U-19 2022.
Indonesia U-19 gagal melenggang ke semifinal Piala AFF U-19 2022 karena kalah head to head dari Vietnam dan Thailand.
Indonesia, Vietnam, dan Thailand punya poin akhir yang sama yakni 11. Namun, Garuda Nusantara harus tersisih. Timnas U-19 Indonesia imbang tanpa gol melawan Vietnam dan Thailand. Sementara pada laga terakhir, Vietnam dan Thailand imbang 1-1.
Satu gol yang dicetak Thailand dan Vietnam itu punya makna besar karena mengungguli Indonesia dalam hal produktivitas gol head to head.
Kegagalan karena aturan head to head itu agaknya sedikit disesali oleh pelatih timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong.
Shin bahkan menyebut aturan head to head sudah usang dan jarang digunakan di kompetisi atau turnamen lain di luar AFF.
"Regulasi turnamen ini aneh karena AFF masih memakainya. Padahal, sudah tidak digunakan FIFA dan AFC. Jadi, ketidaklolosan kami ke semifinal Piala AFF U-19 2022 tidak masuk akal," ucap Shin Tae-yong.
Head to head adalah salah satu sistem yang digunakan untuk menentukan pemenang dari hasil yang sama (tiebreaker).
Aturan ini ditentukan dari hasil pertandingan antara dua tim atau lebih yang memiliki nilai sama.
Jika yang punya nilai sama lebih dari dua tim, maka perlu membuat klasemen mini dan menghitung hasil pertandingan antartim tersebut.
Penggunaan aturan ini fleksibel tergantung dari penyelenggara turnamen atau kompetisi tertentu. Ada yang mempertimbangkan produktivitas gol saat kondisi head to head masih saja imbang.
Ada pula yang mengatur dalam regulasinya untuk melihat agresivitas gol tandang dalam klasemen head to head antara dua tim atau lebih.
Aturan head to head digunakan sebelum FIFA memakai aturan selisih gol sebagai tiebreaker di Piala Dunia 1970. Di Liga Inggris, aturan head to head sudah dipakai sebelum tahun 1975.
Musim lalu beberapa liga top Eropa masih memakai sistem head to head untuk penentuan klasemen, misalnya Liga Italia dan Liga Spanyol.
Di Piala Dunia 2018 yang terakhir kali digelar, FIFA bahkan memasukkan head to head sebagai tiebreaker keempat di fase grup setelah poin, selisih gol, dan total gol yang dicetak.
Namun head to head belum benar-benar usang dan dihapuskan dari kompetisi atau turnamen internasional.
Terbaru, pada Kualifikasi Piala Asia 2023 di mana timnas Indonesia mencatat sejarah dengan lolos ke putaran final pada Juni lalu, aturan head to head ini masih digunakan.
Di Piala AFF level U-19, penyelenggara memang terkesan berubah-ubah dalam pelaksanaan aturan ini.
Sebabnya, sejak 2015-2019, aturan head to head tak dipakai. Baru pada edisi Piala AFF U-19 2022 head to head diterapkan lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
iPhone 18 Pro dan Pro Max mulai dijual di 65 negara. Indonesia belum masuk gelombang pertama. Simak harga dan jadwal berikutnya.
Bawa anak ke rumah sakit rujukan? Simak proses rujukan bayi dan anak serta peran TeleNICU dan TelePediatrics.
Prabowo-Gibran hadir di HUT ke-28 PAN dengan batik. Zulhas juga menyampaikan pernyataan soal Prabowo dalam acara di JICC Senayan.
Genre horor mendominasi pendaftar FFI 2026. Ario Bayu menyebut komedi dan drama juga banyak diproduksi sineas Indonesia.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.