Kasus Suap HGB Summarecon: KPK Beberkan Aliran Uang Rp1,5 Miliar
KPK mengungkap modus kasus HGB Summarecon yang menyeret pejabat ATR/BPN, pihak swasta, dan uang sitaan senilai Rp106,3 miliar.
Erick Thohir/JIBI-Bisnis.com-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA—Erick Thohir dan Anindya Bakrie resmi menguasai mayoritas saham klub Liga Inggris, Oxford United. Oxford United saat ini berkompetisi di League One, kompetisi kasta ketiga Liga Inggris di bawah Premier League dan Championship.
Kepastian tersebut diumumkan dalam RUPS Oxford United, Selasa (17/9/2022), di Oxford City, Inggris. Erick dan Anindya memiliki saham 51 persen di klub yang memiliki julukan The U's itu.
Komposisi pemegang saham Oxford United masih sama, ada pengusaha asal Thailand, Sumrith 'Tiger' Thanakarnjanasuth dan pengusaha Vietnam, Horst Geicke. Saat ini orang Indonesia yang memimpin Oxford United.
Penguasaan ini merupakan wujud nyata dari target yang sudah lama direncanakan, sejak Erick dan Anindya masuk ke Oxford United pada 2018.
"Kami merasa terhormat mendapat kesempatan menjadi bagian dari Oxford United, sebuah klub sepakbola Inggris yang memiliki tradisi dan sejarah panjang serta reputasi yang membanggakan, khususnya bagi masyarakat di Oxford," kata Anindya Bakrie dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Dia menerangkan pihaknya memang hadir di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat Inggris dan Eropa yang saat ini terdampak inflasi dan krisis energi, perang Rusia-Ukraina serta berbagai hal lainnya.
"Ini justru menunjukkan komitmen kami dalam peningkatan hubungan negara antara Indonesia dan Inggris," ujar Anindya.
Anindya juga menjelaskan tentang target Oxford United.
"Pertama, dengan adanya manajemen baru yaitu Chairman baru Grant Ferguson dan CEO baru Tim Williams, kami berharap Oxford United bisa on-the-pitch performance dan semua target bisa dicapai dengan baik," kata Anindya.
Kedua, Oxford United akan menerapkan unsur corporate governance yang lebih baik karena, menurut Anindya, bagaimana pun juga sepak bola adalah bisnis.
"Ketiga, kami juga ingin agar unsur community development dari Oxford United diperkuat. Kami ingin penduduk Oxford yang memiliki tagline the city of dreaming spires bagi kotanya ini bisa lebih dekat dengan klub sepak bolanya," ujar Anindya.
Berikutnya, manajemen baru juga akan menentukan target-target penting ke depan, termasuk target klub untuk naik kelas ke Championship dan membangun stadion baru.
BACA JUGA: Meski Main Buruk, Maguire Dapat Jaminan Tempat di Timnas Inggris
Anindya juga menegaskan fokus pembinaan pemain Oxford United. Tidak hanya memperkuat tim senior, klub juga akan fokus membangun akademi untuk membina pemain muda.
"Semoga nantinya fasilitas di Oxford United ini bisa juga dimanfaatkan paling tidak sebagai training ground bagi pemain nasional kita. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia," ujar Anindya.
Bagi Erick Thohir, ini adalah kali kedua pria kelahiran 52 tahun itu mempunyai saham mayoritas klub Eropa. Pada 2013, menurut data dari Forbes, Erick Thohir mengucurkan dana mencapai 480 juta dolar AS demi bisa memiliki 70% saham I Nerazzurri yang sebelumnya dimiliki oleh Massimo Moratti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mengungkap modus kasus HGB Summarecon yang menyeret pejabat ATR/BPN, pihak swasta, dan uang sitaan senilai Rp106,3 miliar.
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.
Timnas voli putri Indonesia lolos ke perempat final Asian Games 2026 usai membekuk Nepal 3-0. Skuad Garuda siap melakoni laga penentu juara grup.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan mentalitas pemain tetap terjaga meski menelan dua kekalahan beruntun di Super League.
Presiden Prabowo terima laporan Kapolri soal 95 korporasi yang sengaja bakar hutan. Pemerintah instruksikan pencabutan izin hingga proses pidana.
Kemenhaj memblokir akses SISKOPATUH dua travel umrah setelah muncul persoalan keberangkatan dan kepulangan jamaah.