Gagal Bayar Pinjol? Ini 5 Risiko Hukum dan Cara Menghadapinya
Gagal bayar pinjol memiliki sejumlah risiko, mulai dari penagihan, denda, riwayat kredit hingga persoalan wanprestasi. Ini langkah menghadapinya.
Erick Thohir/JIBI-Bisnis.com-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA—Erick Thohir dan Anindya Bakrie resmi menguasai mayoritas saham klub Liga Inggris, Oxford United. Oxford United saat ini berkompetisi di League One, kompetisi kasta ketiga Liga Inggris di bawah Premier League dan Championship.
Kepastian tersebut diumumkan dalam RUPS Oxford United, Selasa (17/9/2022), di Oxford City, Inggris. Erick dan Anindya memiliki saham 51 persen di klub yang memiliki julukan The U's itu.
Komposisi pemegang saham Oxford United masih sama, ada pengusaha asal Thailand, Sumrith 'Tiger' Thanakarnjanasuth dan pengusaha Vietnam, Horst Geicke. Saat ini orang Indonesia yang memimpin Oxford United.
Penguasaan ini merupakan wujud nyata dari target yang sudah lama direncanakan, sejak Erick dan Anindya masuk ke Oxford United pada 2018.
"Kami merasa terhormat mendapat kesempatan menjadi bagian dari Oxford United, sebuah klub sepakbola Inggris yang memiliki tradisi dan sejarah panjang serta reputasi yang membanggakan, khususnya bagi masyarakat di Oxford," kata Anindya Bakrie dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Dia menerangkan pihaknya memang hadir di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat Inggris dan Eropa yang saat ini terdampak inflasi dan krisis energi, perang Rusia-Ukraina serta berbagai hal lainnya.
"Ini justru menunjukkan komitmen kami dalam peningkatan hubungan negara antara Indonesia dan Inggris," ujar Anindya.
Anindya juga menjelaskan tentang target Oxford United.
"Pertama, dengan adanya manajemen baru yaitu Chairman baru Grant Ferguson dan CEO baru Tim Williams, kami berharap Oxford United bisa on-the-pitch performance dan semua target bisa dicapai dengan baik," kata Anindya.
Kedua, Oxford United akan menerapkan unsur corporate governance yang lebih baik karena, menurut Anindya, bagaimana pun juga sepak bola adalah bisnis.
"Ketiga, kami juga ingin agar unsur community development dari Oxford United diperkuat. Kami ingin penduduk Oxford yang memiliki tagline the city of dreaming spires bagi kotanya ini bisa lebih dekat dengan klub sepak bolanya," ujar Anindya.
Berikutnya, manajemen baru juga akan menentukan target-target penting ke depan, termasuk target klub untuk naik kelas ke Championship dan membangun stadion baru.
BACA JUGA: Meski Main Buruk, Maguire Dapat Jaminan Tempat di Timnas Inggris
Anindya juga menegaskan fokus pembinaan pemain Oxford United. Tidak hanya memperkuat tim senior, klub juga akan fokus membangun akademi untuk membina pemain muda.
"Semoga nantinya fasilitas di Oxford United ini bisa juga dimanfaatkan paling tidak sebagai training ground bagi pemain nasional kita. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia," ujar Anindya.
Bagi Erick Thohir, ini adalah kali kedua pria kelahiran 52 tahun itu mempunyai saham mayoritas klub Eropa. Pada 2013, menurut data dari Forbes, Erick Thohir mengucurkan dana mencapai 480 juta dolar AS demi bisa memiliki 70% saham I Nerazzurri yang sebelumnya dimiliki oleh Massimo Moratti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gagal bayar pinjol memiliki sejumlah risiko, mulai dari penagihan, denda, riwayat kredit hingga persoalan wanprestasi. Ini langkah menghadapinya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.