Advertisement

Setelah Periksa Anggotanya, Polisi Akan Korek Keterangan dari Panpel Arema dan Direktur PT LIB

Lukman Nur Hakim
Senin, 03 Oktober 2022 - 19:47 WIB
Budi Cahyana
Setelah Periksa Anggotanya, Polisi Akan Korek Keterangan dari Panpel Arema dan Direktur PT LIB Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo - JIBI/Bisnis.com/Lukman Nur Hakim

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTAPolri akan memeriksa Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Ketua PSSI Jawa Timur (Jatim) menyusul Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Polri juga akan memanggil Ketua Panitia Penyelenggara Arema FC serta Kadispora Jawa Timur. "Saksi yang diperiksa antara lain dari Dirut LIB, Ketua PSSI Jatim, kemudian Ketua Panpel dari arema, kemudian Kadispora Provinsi Jatim yang insyaallah akan dimintai keterangannya oleh penyidik hari ini," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo , Senin (3/10/2022)

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sebelumnya, Dedi mengatakan Polri telah memeriksa 18 anggota mereka terkait dengan penggunaan gas air mata saat tragedi di Stadion Kanjuruhan.

“Tim dari permeriksa Bareskrim untuk secara internal, tim dari Itsus dan Propam sudah melakukan pemeriksaan, dan ini dilanjutkan, memeriksa anggota yang terlibat langsung dalam pengamanan. 18 Anggota yang bertanggung jawab atau sebagai operator pemegang senjata pelontar," ujar Dedi di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022).

BACA JUGA: Pelatih Arema FC Sebut Ada Suporter Meninggal di Pelukan Pemain

Dedi juga menjelaskan sampai dengan saat ini Inspektorat Khusus (Itsus) dan Propam Polri masih terus mengumpulkan keterangan dan mendalami perihal penggunaan gas air mata oleh petugas dalam tragedi Sabtu malam tersebut.

“Untuk saat ini sedang mendalami terkait masalah manajer pengamanan, mulai dari pangkat perwira sampai dengan Pamen, sedang di dalami," tuturnya.

Tragedi Kanjuruhan menewaskan ratusan nyawa. Pemerintah mengklaim setidaknya ada 125 orang tewas. Peristiwa ini menjadi tragedi paling mematikan dalam sejarah dunia sepak bola di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Peringati Satu Tahun Perlawanan, Warga Wadas Gelar Pentas Seni dan Dirikan Patung

News
| Kamis, 09 Februari 2023, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Hyatt Regency Yogyakarta Hadirkan Sunday Brunch dengan Live Painting

Wisata
| Kamis, 09 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement