Advertisement
Wahyudi Kurniawan Daftar Lagi Pimpin Askab PSSI Sleman
Calon Petahana, Wahyudi Kurniawan (tengah pakai batik) saat menyerahkan berkas pendaftaran calon Ketua Askab PSSI Sleman di Kantor Asprov PSSI DIY, Rabu (18/2/2026). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Wahyudi Kurniawan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Askab PSSI Sleman untuk periode 2026–2030. Komitmen melanjutkan roadmap pembinaan sepak bola Sleman menjadi fokus utama dalam kepemimpinannya ke depan.
Surat pendaftaran Wahyudi telah diserahkan ke Kantor Asprov PSSI DIY pada Rabu (18/2/2026), menandai keseriusannya melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi sepak bola di Kabupaten Sleman.
Advertisement
Dalam keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja, Wahyudi menegaskan tekadnya untuk meneruskan fondasi pembinaan yang telah dirintis selama ini.
“Saya akan melanjutkan roadmap pembinaan sepak bola Sleman dengan visi dan implementasi program jangka pendek, menengah, dan panjang selama 15 tahun,” kata Wahyudi, Rabu sore.
BACA JUGA
Ia menilai pondasi sepak bola yang telah dibangun secara kokoh tidak boleh terhenti di tengah jalan. Menurutnya, sepak bola bukan semata-mata soal bisnis, tetapi juga mengemban mandat pembinaan karakter, sportivitas, serta pencapaian prestasi.
“Dalam konteks daerah, sepak bola menjadi kebanggaan tersendiri. Sepak bola bukan kegiatan dadakan atau sekadar event musiman, melainkan kerja jangka panjang yang berpijak pada visi dan misi jelas serta mengacu pada roadmap yang telah disepakati,” ujarnya.
Wahyudi menekankan seluruh program dan target harus dirancang secara terukur dan realistis. Penyusunannya pun mengacu pada Statuta FIFA, PSSI, serta RPJMD Kabupaten Sleman agar selaras dengan arah pembangunan daerah.
Ia menambahkan, sinkronisasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem sepak bola yang profesional di Sleman. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dinilai mutlak diperlukan.
“Semua harus disinkronkan dengan kekuatan para pemangku kepentingan persepakbolaan di Kabupaten Sleman, antara lain sponsor, seluruh klub, SSB, sekolah, pengurus, dan antusias bola sehingga menjadi sebuah ekosistem sepak bola Sleman yang profesional,” katanya.
Lebih lanjut, Wahyudi berkomitmen menjaga ekosistem sepak bola Sleman tetap berada dalam koridor sportivitas dan fair play. Ia tidak ingin ruang kompetisi berubah menjadi ajang konflik, kepentingan sempit, atau praktik-praktik yang merusak.
Pembinaan usia dini dan grassroots akan tetap menjadi prioritas utama dalam periode mendatang. Langkah ini didukung dengan manajemen kompetisi berjenjang di semua level yang dirancang lebih mapan, konsisten, dan terstruktur.
Menurutnya, optimalisasi sumber daya yang tersedia harus menjadi perhatian bersama. Selain itu, peningkatan target prestasi yang telah diraih juga penting sebagai pemicu semangat pembinaan usia muda secara berkelanjutan.
“Sumber daya yang ada harus dioptimalkan. Yang tak kalah penting, juga meningkatkan target prestasi yang telah diraih sebagai pemacu semangat pembinaan usia muda yang berjenjang dan berkelanjutan,” katanya.
Ia pun berharap proses pemilihan pengurus baru periode 2026–2030 dapat berlangsung menjunjung tinggi prinsip fair play. Praktik-praktik yang tidak sehat dinilai bertentangan dengan nilai dan marwah sepak bola di Kabupaten Sleman.
"Dalam sepak bola sama dengan membangun manusia, siapa pun yang mengurus bola, termasuk saya, hendaknya dijauhkan dari mentalitas arogan, perilaku nepotisme, kepentingan politik sesaat, serta watak mencari keuntungan bagi diri atau kelompok,” katanya.
Foto istimewa
Calon Petahana, Wahyudi Kurniawan (tengah pakai batik) saat menyerahkan berkas pendaftaran calon Ketua Askab PSSI Sleman di Kantor Asprov PSSI DIY, Rabu (18/2/2026). /Istimewa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Investigasi Banjir Bandang Guci Tegal, Mensesneg Buka Suara
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Viral Banjir dan Longsor Ngawen, 35 Warga Gunungkidul Mengungsi
- Masjid Gedhe Kauman dan Masjid Jogokariyan Mulai Tarawih Lebih Awal
- Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 18 Februari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja Awal Ramadan 18 Februari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal Imsakiyah DIY 18 Februari 2026 Versi Muhammadiyah, Imsak 04.23
Advertisement
Advertisement






