110 Investor dan Family Office Asia Tertarik dengan PFII
Rosan Roeslani menyebut 110 investor dan family office Asia merespons positif pengembangan PFII yang tahap awalnya disiapkan di Jakarta.
Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Striker klub Liga Jepang J1 League Nagoya Grampus, Jakub Swierczok, diskors empat tahun oleh Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC karena positif menggunakan doping.
Pemain internasional Polandia itu diskors sementara pada Desember 2021 setelah sampel A-nya dinyatakan positif menggunakan zat ilegal, menyusul kekalahan timnya pada perempat final Liga Champions Asia saat melawan Pohang Steelers dari Korea Selatan.
Klub tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan di laman situs mereka pada Jumat bahwa zat tersebut juga terdeteksi dalam sampel B pemain berusia 29 tahun itu dan larangan bermain empat tahun oleh AFC, telah dimulai 9 Desember 2021.
Nagoya mengatakan mereka sedang bernegosiasi dengan pengacara Swierczok mengenai kontraknya dengan klub.
Swierczok telah bermain enam kali untuk Timnas Polandia dan bergabung dengan Nagoya pada 2021. Ia mencetak 12 gol dalam 21 pertandingan di semua kompetisi untuk klub Jepang sebelum diskors.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rosan Roeslani menyebut 110 investor dan family office Asia merespons positif pengembangan PFII yang tahap awalnya disiapkan di Jakarta.
Google Drive penuh padahal file sudah dihapus? Penyebabnya bisa karena file di Trash, e-mail Gmail, atau foto Google Photos yang menumpuk. Simak cara mengatasin
Gempa NTT berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi. Menhub Dudy Purwagandhi memerintahkan pemeriksaan pelabuhan, terminal, dan bandara.
Tiga kalurahan di Bantul baru memiliki satu pendaftar calon lurah. Jika tak ada tambahan calon, Pilur bisa melawan kotak kosong.
Donny Damara dan Dimas Aditya mengungkap tantangan syuting film Munafik Indonesia, termasuk mantra Jawa kuno dan bacaan Al Quran.
Presiden Prabowo menyebut digitalisasi bansos telah berjalan di 153 kabupaten/kota dan menjangkau lebih dari 3 juta keluarga.