Dua Laga Penentu Digelar Hari Ini, Indonesia Mulai Hitung Lawan
Dua laga SEA V Cup 2026 digelar hari ini. Hasil Thailand vs Vietnam dan Filipina vs Kamboja dapat memengaruhi lawan Indonesia di semifinal.
Dejan Ferdiansyah/ Gloria Emanuelle Widjaja / Badminton Photo
Harianjogja.com, JOGJA — Nasib berbeda dialami oleh dua ganda campuran Indonesia di Australian Open 2022, Jumat (18/11/2022).
BACA JUGA : Dejan/Gloria ke Perempat Final Australian Open 2022
Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja lolos ke semifinal Australian Open 2022, sedangkan Adnan Maulana/ Nita Violina Marwah gagal melaju ke semifinal.
Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja lolos ke semifinal Australian Open 2022 setelah menang atas wakil Jepang, Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo di babak perempat final dengan skor akhir 20-22, 21-19, dan 21-17.
Sedangkan, Adnan Maulana/ Nita Violina Marwah gagal melaju ke semifinal setelah dikalahkan wakil China, Feng Yan Zhe/ Huang Dong Ping dengan skor 7-21 dan 4-21.
Sementara dua wakil Indonesia lainnya di tunggal putra dan tunggal putri, yakni Ikhsan Leonardo Rumbay dan Gregoria Mariska Tunjung masih berjuang siang ini untuk merebut tiket ke semifinal.
Ikhsan Leonardo Rumbay akan ditantang Lu Guang Zu (China) dan Gregoria Mariska Tunjung akan melawan wakil Jepang, Saena Kawakami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua laga SEA V Cup 2026 digelar hari ini. Hasil Thailand vs Vietnam dan Filipina vs Kamboja dapat memengaruhi lawan Indonesia di semifinal.
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
DPRD Kulonprogo mendesak evaluasi total program MBG di SMPN 3 Wates setelah dugaan keracunan massal kembali terjadi.
Danantara Indonesia mengambil alih empat manajer investasi BUMN dengan total dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun. Seluruh entitas akan merger dalam satu bula
Sebanyak 25.000 Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus-September 2026 dengan dukungan penuh seluruh kementerian dan lembaga.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.