5 Bandara Dibuka Lagi Usai Erupsi Anak Krakatau, Ini Tantangannya
Lima bandara kembali beroperasi usai terdampak abu Anak Krakatau. Keselamatan, pemeriksaan pesawat, dan penumpukan penumpang jadi perhatian.
Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti (kanan)-Apriyani Rahayu (kiri) /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus menghentikan langkahnya di fase grup BWF World Tour Finals 2022. Hasil ini dipastikan setelah mereka gagal memenangkan laga terakhir di grup A.
Apri/Fadia takluk dari pasangan China Chen Qing Chen/Jia Yifan dua gim langsung 16-21, 16-21.
Walau begitu, Apri/Fadia mengaku tetap bersyukur atas pencapaian ini. Karena sebagai pasangan yang baru dipasangkan tahun ini, perjalanan mereka bisa dibilang luar biasa hingga mampu menembus World Tour Finals. "Banyak pelajaran yang bisa kita ambil sejak kita berpasangan sampai hari ini. Saya terima kasih juga kepada Fadia yang mau terus belajar," ujar Apri sambil terisak menahan kesedihan.
Apri melanjutkan bahwa mereka sudah tahu levelnya dan Fadia berada di level mana. “Jadi ke depan kami harus fokus kepada diri sendiri bagaimana caranya untuk mau menang di setiap turnamen. Namun tetap saya bersyukur dengan perjalanan kita sejauh ini bahkan bisa sampai main di World Tour Finals," lanjut Apri.
BACA JUGA: Hasil Undian BWF World Tour Finals 2022: Jojo-Ginting Satu Grup!
Apri/Fadia berharap mereka terus bisa berkembang di tahun depan. "Harapannya kami bisa terus mengembangkan hal positif yang kita sudah dapat tahun ini. Bisa sehat terus tanpa cedera. Tahun depan ingin lebih baik," pungkas Apri.
Disinggung mengenai pertandingan, Apri/Fadia merasa sudah memberikan kemampuan terbaik tapi Chen/Jia memang lebih siap. "Hasilnya memang belum maksimal tapi saya dan kak Apri sudah mencoba mengeluarkan seluruh kemampuan kita namun memang harus diakui lawan lebih siap dan safe hari ini," tutur Fadia.
Fadia melanjutkan dengan World Tour Finals pertama baginya adalah sebuah pengalaman berharga. Apalagi, bertanding melawan pemain top-top dunia dengan format yang berbeda dari biasanya menjadikan pembelajaran penting untuk lebih baik tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Lima bandara kembali beroperasi usai terdampak abu Anak Krakatau. Keselamatan, pemeriksaan pesawat, dan penumpukan penumpang jadi perhatian.
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Coffee culture di Indonesia berkembang menjadi gaya hidup. Pelaku bisnis F&B menghadapi tren cepat dan tantangan bahan baku.
Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
DPRD DIY memantau sumur bor Rp488 juta di Selopamioro untuk membantu sekitar 350 KK menghadapi kesulitan air bersih.
Studi Stanford dan Berkeley menemukan 98,8% rekomendasi AI Alodokter dalam 402 konsultasi dinilai aman secara klinis oleh dokter Indonesia.